contoh sertifikat rumah
contoh sertifikat rumah (Ilustrasi/Google image)

Surat-Surat Yang Harus Diperhatikan Saat Hendak Membeli Rumah

35,424 views

Surat-Surat Yang Harus Diperhatikan Saat Hendak Membeli Rumah – Salah satu hal penting yang harus diperhatikan saat hendak membeli rumah ialah kelengkapan surat-surat yang hendak dibeli, jangan sampai dikemudian hari menjadi masalah hanya karena tidak memperhatikan hal ini. Meskipun Anda sangat menyukai rumah yang hendak dibeli, jangan terburu nafsu.

Surat-Surat Yang Harus Diperhatikan Saat Hendak Membeli Rumah

Berikut ini Surat-Surat Yang Harus Diperhatikan Saat Hendak Membeli Rumah:

1. Sertifikat Kepemilikan Tanah (SHM – SHGB/SHGU)

contoh sertifikat rumah
contoh sertifikat rumah (Ilustrasi/Google image)

Ada beberapa macam sertifikat tanah yang beredar di Indonesia:

  • SHM (Sertifikat Hak Milik)
  • SHGB (Surat Hak Guna Bangunan)
  • SHGU (Surat Hak Guna Usaha).
  • SHP (Sertifikat Hak Pakai)

Keunggulan SHM dibandingkan dengan surat-surat yang lain adalah tidak mempunyai masa kadaluarsa. Sementara sertifikat SHGB atau SHGU memiliki tanggal kadaluwarsa. Biasanya surat-surat tersebut diperpanjang setiap 15 atau 20 tahun sekali. Jadi, ketika hendak membeli rumah disarankan untuk membeli rumah yang ada sertifikat hak milik (SHM) nya. Dengan mempunyai tanah dengan sertifikat SHM ini, maka kita tidak perlu melakukan perpanjangan surat lagi.

Selain surat-surat di atas, terdapat pula surat tanah lain, baik AJB (Akta Jual Beli), bahkan yang hanya berstatus girik. Sangat disarankan untuk menghindari membeli properti bila hanya memiliki surat girik. Hal ini terkait keamanan status. Properti yang belum bersertifikat SHM ataupun SHGB masih terdapat kemungkinan bersengketa. Meskipun keberadaan SHM, SHGB, atau SHP tidak lantas memastikan keamanan status suatu rumah. Kita harus memperhatikan beberapa detail validitas sertifikat itu.

Girik adalah tanda kepemilikan atas lahan adat atau lain-lain yang belum didaftarkan ke kantor pertanahan setempat. Nama lain girik antara lain petok D, rincik, dan ketitir.

Hal yang harus anda perhatikan ketika anda meminta fotocopy surat kepemilikan tanah ini dari pemilik adalah luas tanah dari properti yang ingin anda beli, sebab terkadang ketika orang menjual mereka suka menambah-nambah luas tanah agar bisa terjual mahal.

Bila terdapat perbedaan luas tanah antara sebenarnya dengan yang tertera di SHM atau yang lainnya, maka yang harus anda jadikan patokan adalah luas tanah yang terdapat di sertifikat kepemilikan tanah ini. Jangan lupa juga melihat nama pemilik dari tanah tersebut. Jangan sampai namanya berbeda dengan nama penjual, ataupun jika berbeda biasanya ada surat kuasa dari pemilik sebenarnya ke penjual.

2. Akte Jual Beli (AJB)Terakhir

Akta jual beli (AJB) adalah bagian dari SHM. Sertifikat ini memuat keterangan tentang transaksi terakhir jual-beli rumah yang terdapat pada SHM.

Pastikan sertifikat ini dikeluarkan oleh notaris yang menjadi saksi transaksi tersebut. Soalnya, keberadaan notaris memastikan keabsahannya.

3. Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Surat Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) gunanya untuk mengetahui apakah rumah yang akan dibeli telah dibayar pajaknya tiap tahun. Jika belum dibayar, mintalah pemiliknya untuk melunasinya terlebih dahulu.

4. Sertifikat Bangunan / Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Contoh IMB
Contoh IMB (Ilustrasi)

IMB merupakan salah satu syarat kalau kita membeli rumah dengan KPR. Yang perlu diperhatikan dalam IMB ini ialah luas bangunan sebenarnya harus sama dengan luas bangunan yang tercantum dalam IMB, karena kalau tidak, maka pihak bank kemungkinan akan meminta kita untuk memperbaharui IMB.

5. Bukti pembayaran tagihan-tagihan

Surat lain yang harus diperiksa ketika hendak membeli rumah ialah bukti pelunasan listrik, PDAM, dan Telepon. Jangan sampai listrik, air dan telepon sudah dicabut oleh pihak berwenang, sehingga nantinya akan menyusahkan Anda.

Baca juga: Yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Itulah Surat-Surat Yang Harus Diperhatikan Saat Hendak Membeli Rumah, semoga bermanfaat. Membeli rumah jangan sampai terburu-buru, karena itu merupakan investasi masa depan, karena tentu Anda tidak ingin menyesal di kemudian hari.

data-ad-format="link">

Gallery for Surat-Surat Yang Harus Diperhatikan Saat Hendak Membeli Rumah

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- contoh sertifikat rumah - contoh sertifikat tanah - contoh sertifikat hak guna bangunan - perbedaan ajb dan shm - contoh sertifikat hak milik - contoh SHM - contoh surat girik - contoh isi sertifikat tanah - contoh surat petok d asli - perbedaan surat ajb shm
Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015