Budidaya ikan menggunakan terpal
Budidaya ikan menggunakan terpal (Ilustrasi/pixabay)

Plus Minus Budidaya Ikan Menggunakan Terpal

Posted on 143 views

Karena begitu banyak permintaan mengenai adanya ikan air tawar segara, banyak pula yang memanfaatkan ini sebagai peluang. Budidaya ikan air tawar. Salah satu cara yang digunakan untuk membuat kolam ialah dengan menggunakan terpal. Banyak alasan mengapa orang lebih memilih menggunakan terpal daripada menggunakan kolam dari tanah. Salah satu alasannya ialah praktis dan efisien. Bagi yang menginginkan membudidaya ikan ini namun tidak mempunyai lahan yang luas, bisa menggunakan terpal sebagai salah satu solusinya.

Selain itu, biaya yang terjangkau juga digunakan sebagai alasan lainnya. Menggunakan terpal jauh lebih murah daripada membuat kolam dari batu bata ataupun menggali tanah. Namun sayangnya, budidaya ikan dengan menggunakan terpal ini bukan berarti tanpa kekurangan. Nah, apa saja kekurangan yang didapat dari pemeliharaan ikan dengan menggunakan terpal ini? Mari kita kaji bersama-sama.

Budidaya ikan menggunakan terpal
Budidaya ikan menggunakan terpal (Ilustrasi/pixabay)

Kelebihan Budidaya Ikan Dengan Menggunakan Kolam Terpal

1. Lebih terhindar dari gangguan penyakit

Menggunakan kolam terpal, akan menghalangi ikan untuk kontak langsung dengan tanah. Dimana di dalam tanah tersebut ada banyak bakteri penyakit yang setiap saat siap menyerang ikan. Dengan menggunakan terpal, keadaan kolam akan jauh lebih bersih daripada menggunakan kolam tanah.

2. Kolam lebih mudah untuk dibersihkan

Sisa-sisa pakan yang menumpuk pada kolam, akan menghasilkan hidrogen sulfida dan amonia yang justru akan meracuni ikan. Dengan menggunakan terpal, akan lebih mudah membersihkan kolam dari berbagai kotoran dan sisa makanan yang mengendap. Sehingga kebersihan kolam akan lebih terjaga. Tidak seperti kolam yang terbuat dari tanah. Akan sangat sulit sekali untuk membersihkannya.

3. Akan mempercepat pengolahan

Dalam proses pengolahan ini, perlu adanya proses pengeringan. Diperlukan waktu antara 2-7 hari untuk mengeringkan kolam yang terbuat dari tanah. Sedangkan kolam yang terbuat dari terpal hanya membutuhkan waktu 1-2 hari saja. Semakin cepat waktu pengeringan, maka akan semakin cepat pula proses pengisian kembali bibit ikan yang akan dibesarkan.

4. Mempermudah proses pemanenan

Dengan menggunakan kolam terpal ini, maka proses pemanenan akan lebih mudah. Karena, tidak ada tanah di bawahnya yang akan mempersulit proses pemanenan. Dengan proses pemanenan yang lebih cepat, maka akan mempercepat proses pengisian ikan kembali. Yang nantinya akan berujung pada cepatnya siklus produksi dan budidaya ikan.

5. Ikan tidak akan berbau tanah

Pernah mengonsumsi ikan air tawar yang masih terasa bau tanah? Pastilah akan mengurangi kelezatan ikan tersebut. Dengan menggunakan kolam yang terbuat dari terpal, ikan yang dihasilkan akan terhindar dari bau tanah. Hal inilah yang akan membuat ikan yang kita budidayakan akan terasa lebih lezat dan enak saat dimasak atau diolah menjadi bahan olahan.

6. Suhu air lebih stabil

Dengan menebar alas sekam di bawah terpal, maka kolam terpal akan mampu menahan fluktuasi air ketika sedang terjadi penggantian musim. Inilah salah satu rahasia bagaimana caranya untuk menstabilkan suhu air yang ada dalam kolam terpal.

7. Sangat efektif untuk daerah yang kurang air

Salah satu kelemahan menggunakan kolam yang terbuat dari tanah ialah, kita akan banyak kehilangan air saat kolam yang kita buat berada pada tanah yang poros. Hal ini biasa terjadi pada daerah pantai atau daerah lain dengan tanah yang poros. Porosnya tanah akan membuat air selalu meresap ke tanah.

Kekurangan Budidaya Ikan Dengan Menggunakan Kolam Terpal

Jika ada kelebihan, pastilah ada kekurangan. Ada beberapa kekurangan jika kita menggunakan kolam yang terbuat dari terpal. Antara lain :

1. Akan rawan bocor

Ini salah satu kelemahan menggunakan kolam terpal. Benda-benda lancip yang ada pada sekitar kolam, atau bahkan terkena kontak langsung dengan kolam akan memperbesar risiko kebocoran pada kolam. Selain benda lancip, makanan tambahan untuk ikan sering kali mengikis terpal yang digunakan sebagai kolam. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam menggunakan pakan tambahan dan selalu cek kolam secara berkala. Hindarkan kolam dari benda lancip yang bisa merobek dan membuat kolam bocor.

2. Mudah lapuk jika terkena hujan

Ini kelemahan berikutnya. Jika kolam sering terpapar hujan dan panas, maka akan membuat kolam rapuh dan lapuk. Untuk menghindari ini, usahakan kolam terlindung dari paparan matahari dan hujan secara langsung. Berikan atap yang bisa menghalangi kolam terkena air hujan. Ini bukan berarti kolam harus berada di dalam ruangan. Boleh di luar ruangan, tapi harus ada atap yang melindungi.

3. Lebih cepat rusak

Alias tidak awet. Kolam ikan yang terbuat dari tanah, akan awet selama puluhan tahun. Namun, kolam ikan yang terbuat dari terpal, hanya bisa bertahan paling lama sekitar 2 tahun. Untuk memperpanjang usia kolam, maka pandai-pandailah menjaganya. Seperti jangan terkena paparan hujan dan sinar matahari secara langsung. Dan juga hindarkan kolam dari gesekan benda-benda tajam yang akan merusak kolam.

4. Kurangnya mineral dari tanah

Salah satu fungsi tanah ialah menstabilkan ion dalam air. Selain itu tanah juga mengandung mineral renik yang sangat diperlukan oleh ikan. Antara air dan tanah ada hubungan saling melengkapi. Jika di dalam air kekurangan ion, maka tanah akan memberi untuk menggenapkan. Begitupun sebaliknya, jika tanah kekurangan ion sedangkan air kelebihan ion, maka air akan memberikan kelebihan ion itu pada tanah. Dengan menggunakan terpal sebagai kolam, maka tidak ada interaksi secara langsung antara air dengan tanah. Oleh sebab itu, ion yang berada pada air tidak stabil.

5. Cepat bau

Fungsi tanah lainnya ialah merombak bahan organik dan memberi mineral bagi bakteri. Hal inilah yang akan mempercepat proses pembusukan sisa makanan ikan yang tidak habis pada kolam. Sedangkan kolam terpal tidak berhubungan dengan tanah langsung yang bisa membantu mempercepat proses pembusukan sisa makanan ikan. Sehingga, sisa makanan tersebut akan mengendap yang bisa menimbulkan bau yang tidak sedap pada kolam.

Setelah kita tahu plus minus membudidayakan ikan dengan menggunakan ikan terpal, kita akan bisa memilih. Apakah akan membudidayakan ikan dengan menggunakan terpal atau kolam tanah. Sedikit catatan, beberapa kelemahan yang disebutkan diatas bukan berarti tidak bisa diminimalisir. Kita bisa menguranginya dengan beberapa cara. Seperti rajin-rajin membersihkan kolam, menghindarkan kolam dengan kontak langsung paparan sinar matahari dan hujan, serta menghindarkan kolam dari gesekan benda tajam yang akan mempercepat rusaknya kolam.

Inilah salah satu inspirasi bisnis yang bisa membantu kita yang ingin memasuki bisnis perkembangbiakan ikan air tawar dalam kolam. Dalam dunia bisnis, pasti ada kendala. Yang menjadi kewajiban kita ialah bukan menghindari kendala dan tantangan. Namun bagaimana cara kita menaklukan tantangan tersebut. Termasuk juga tantangan mengenai pembuatan kolam untuk bisnis budidaya ikan kolam ini.