Persamaan Akuntansi dan seni
Persamaan Akuntansi dan seni (Ilustrasi/pixabay)

Persamaan Akuntansi Dan Seni Yang Tidak Bisa Dimanipulasi

15 views

Akuntansi adalah suatu rangkaian kegiatan yang bertujuan mencari kesimpulan apakah suatu nilai memiliki keseimbangan yang wajar atau melenceng dari kewajaran. Terasa sulit memang bagi para awam yang tidak memiliki dasar pengetahuan akuntansi untuk menentukan ukuran keseimbangan tersebut karena harus ada alat ukur yang harus dipelajari dan dipahami terlebih dahulu. Dengan alat ukur itu akan dihasilkan suatu nilai yang dapat “dibaca” dan dipahami pihak-pihak yang berkepentingan dengan nilai tersebut.

Persamaan Akuntansi dan seni
Persamaan Akuntansi dan seni (Ilustrasi/pixabay)

Apakah alat ukur tersebut ? alat ukur dimaksud ialah metode dan cara pencatatan dokumen yang harus digunakan secara terus menerus dan konsisten berdasarkan pengalaman dan standar yang tidak boleh berubah pada suatu waktu tertentu serta sesuai dengan kompetensi dan kondisi yang disetujui pengguna nilai di atas.

Lalu, apa hubungannya dengan seni ? dari beberapa teori tentang seni dapat disimpulkan oleh penulis bahwa seni adalah suatu pengalaman emosi yang didasari gagasan dan ide yang orisinil tidak terlepas dari rumus-rumus alam dan dapat dinikmati oleh penikmat yang paham nilai yang dikandungnya. Output seni ialah barang seni yang harusnya indah dan bermakna bagi penikmatnya.

Dari pemahaman penulis tentang akuntansi dan seni di atas tampaknya ada beberapa kesamaan tentang cara memaknai keduanya. Misalnya, akuntan (praktisi akuntansi) dan seniman (pegiat seni) harus sama-sama mengetahui “ chemistry” bidangnya berupa pengalaman pribadinya apakah melalui jalur akademik atau praktek sehari-hari. Akuntan harus memiliki konsistensi dengan alat ukurnya, begitu juga seniman harus konsisten dengan alirannya. Nilai yang dihasilkan akuntansi tanpa konsistensi akan dianggap bias dan tidak dapat dipercaya. Begitu juga seniman yang selalu berubah-ubah aliran akan dianggap plin-plan dan tidak kompeten terhadap nilai seninya. Pengguna nilai akuntasi akan merasa puas atas keseimbangannya yang wajar dan penikmat seni akan merasa terpuaskan jiwa raganya karena barang seni yang diperolehnya sesuai dengan apa yang diharapkan dan dirasakannya.

Begitulah yang dapat penulis sampaikan sehingga didapat kesimpulan bahwa akuntansi dapat diperlakukan sebagai seni yang mengasyikkan dan menyenangkan serta tidak dapat dimanipulasi untuk kepentingan yang tidak jujur dan salah.

Tulisan di atas silahkan di komentari dan diperdebatkan. Mudah-mudahan bisa makin menambah luas khazanah ilmu.

data-ad-format="link">