Perbedaan bisnis konvensional dan bisnis online
Perbedaan bisnis konvensional dan bisnis online

Perbedaan bisnis konvensional dan bisnis online 5/5 (1)

Posted on 31 views

Sebagai seorang calon pengusaha yang berencana untuk memulai usaha baru harus mempertimbangkan perbedaan bisnis konvensional dan bisnis online sebelum memilih bisnis mana yang akan ditekuni. 

Meskipun bisnis konvensional dan bisnis online sama-sama merupakan bisnis yang “nyata,” namun mereka menarik demografi yang berbeda, memajang barang-barang mereka melalui metode yang berbeda dan menawarkan harga, layanan, dan kenyamanan yang berbeda kepada konsumen.

Perbedaan bisnis konvensional dan bisnis online

Bisnis konvensional

Bisnis Konvensional - Perbedaan bisnis konvensional dan bisnis online
  1. Membutuhkan banyak modal
  2. Membutuhkan tempat dan lokasi yang strategis.
  3. Ada produk yang harus dipajang (stok produk)
  4. Perlu perabotan atau peralatan untuk memajang produk, seperti meja, lemari, etalase, dn lain-lain.
  5. Membutuhkan karyawan.
  6. Ada jam buka toko.
  7. Tidak memerlukan koneksi internet.
  8. Harus face to face dengan pembeli.
  9. Orang yang lalu lalang di depan toko bisa menjadi calon konsumen.
  10. Dapat lebih cepat memperoleh kepercayaan pelanggan

Bisnis Online

Bisnis Online - Perbedaan bisnis konvensional dan bisnis online
  1. Tidak membutuhkan banyak modal.
  2. Tidak perlu lokasi atau tempat, bisa dijalankan di mana saja.
  3. Tidak memerlukan stok produk, bisa dengan memajang foto produk saja..
  4. Tidak memerlukan perabotan atau perlengkapan untuk memajang produk.
  5. Kalau bisnis masih kecil, tidak perlu karyawan.
  6. Dapat dijalankan kapan saja, 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu
  7. Memerlukan koneksi internet.
  8. Tanpa perlu bertatap muka dengan pembeli, bahkan urusan barang bisa saja pihak suplier yang tangani.
  9. Perlu upaya untuk menciptakan trafik. menjual lewat online seperti menjual di hutan belantara dunia maya.
  10. Butuh waktu untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan.

Kenyamanan Konsumen.

Pertumbuhan bisnis online mulai mempersulit toko-toko tradisional untuk bersaing dengan konsumen yang mencari pengalaman belanja yang nyaman. Namun masih ada sekelompok konsumen yang lebih menyukai proses pengalaman berbelanja langsung dan kesempatan untuk memeriksa produk secara fisik atau mencoba suatu pakaian. 

Perlu diketahui bahwa tidak semua bisnis dapat dionlinekan, sepeti halnya pengacara, dokter, semuanya tidak dapat memberikan layanan eksklusif secara online. Meskipun pengacara maupun dokter dapat menjaring konsumen lokal melalui internet, namun mereka tetap harus bertatap muka untuk menyelesaikan transaksi mereka, Dalam hal ini, keberadaan internet bisa membantu bisnis mereka.

Strategi pemasaran.

Bisnis online biasanya memiliki anggaran pemasaran digital yang jauh lebih besar daripada bisnis tradisional. Bisnis tradisional biasanya melakukan diversifikasi pemasaran untuk menarik pelanggan dari kedua area, yaitu lokal dan demografi online.

Bisnis online menghabiskan lebih banyak waktu untuk melakukan strategi pemasaran melalui website atau blog, media sosial, ataupun melakukan periklanan di Search engine seperti Google dan media sosial seperti facebook atau Instagram. 

Perusahaan-perusahaan tradisional sering menggunakan jalur online yang sama, meskipun kadang-kadang pada tingkat yang lebih rendah. Iklan radio dan televisi di pasar lokal merupakan cara lain bisnis tradisional menargetkan pelanggan baru.

Baca juga: Tips sukses bisnis online.

Waktu dan Aksesibilitas

Bisnis online selalu terbuka, dan konsumen biasanya dapat menyelesaikan transaksi dalam hitungan menit. Berbeda dengan berbelanja ke toko tradisional, konsumen perlu berjalan atau berkendara untuk berbelanja di toko tradisional, melihat barang dagangan dan berbicara dengan wiraniaga, atau mungkin perlu berantian, sehingga menghabiskan waktu yang berharga. 

Hanya sedikit bisnis tradisional yang buka 24 jam sehari. Sebagian besar bisnis konvensional tutup pada hari libur, dan banyak yang buka hanya lima atau enam hari dalam seminggu.

Legalitas dan Pengeluaran

Bisnis konvensional dan bisnis online untuk yang berskala besar keduanya mengharuskan Anda memiliki lisensi bisnis. Mendaftarkan nama bisnis, membayar pajak, membeli asuransi yang berkaitan dengan kebutuhan Anda. Meskipun peralatan telekomunikasi, perlengkapan kantor dan anggaran pemasaran atau iklan merupakan pengeluaran yang diperlukan dalam bisnis konvensional dan bisnis online, model bisnis konvensional memiliki tambahan biaya sewa bulanan, utilitas, gaji dan tunjangan staf, biaya pemeliharaan eksterior atau interior dan sistem keamanan. 

Rumah vs. Kantor

Sebagai pemilik usaha kecil, tentu Anda ingin merasakan kenyamanan seperti jauh darti tempat kerja atau mampu memisahkan kedhidupan kerja dengan kehidupan pribadi dan bersama keluarga. Saya merasakan selama lebih dari 9 tahun, bagaimana di rumah (ruko) sendiri, serumah dengan istri dan anak-anak, namun jarang bertemu. Bertemu hanya ketika hendak mandi atau tidur, padahal kita ini tinggal serumah.

Dengan beralih menjalankan bisnis online, yang produk atau jasa kita dapat diakses 24 jam sehari, tentu sangat berbeda ketika harus menjaga toko.

Demikianlah Perbedaan bisnis konvensional dan bisnis online, semoga bermanfaat.

Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015