Perbedaan kartu kredit dan kartu charge
Perbedaan kartu kredit dan kartu charge (Ilustrasi/pixabay)

Perbedaan Antara Kartu Kredit dengan Kartu Charge

773 views

Perbedaan Antara Kartu Kredit dengan Kartu Charge – Sebelum kartu kredit beredar di masyarakat jauh sebelumnya telah ada kartu charge. Seiring dengan perkembangan jaman kartu kredit lebih eksis daripada kartu charge. Kartu kredit lebih dipilih masyarakat, sebagai alat transaksi kartu kredit dinilai sangat mudah digunakan. Lalu bagaimana kartu charge hingga saat ini, apakah masih digunakan atau tidak ya? Asing didengarkan di telinga kita.

Sebelum ke pembahasan lebih detail tentang perbedaan kartu charge dengan kartu kredit, sebaiknya kita perlu mengetahui sejarah kartu charge. Kartu charge sudah beredar sejak tahun 1950. Awalnya ada seorang pebisnis yang namanya Frank McNamara, dia sering lupa membawa dompet ketika makan malam di restoran, karena hal ini lalu dia memutar otaknya untuk menemukan solusi. Akhirnya dia mendapatkan ide membuat sebuah kartu unik yang disebut kartu charge fungsinya bisa sebagai alat pembayaran. Dari sinilah cikal bakal diterbitkannya kartu charge.

Saat itu kartu charge diartikan dengan alat transaksi sebagai pengganti apabila konsumen ingin atau terpaksa menunda pembayaran ketika berbelanja atau makan di restoran. Lalu pihak bank akan membayar lebih dulu kepada pemilik toko atau tempat makan. Fungsi dan cara kerjanya tidak jauh beda dengan kartu kredit. Hanya saat pihak bank menagih kepada nasabah, jumlah uang yang dibayarkan wajib penuh. Tidak ada pembayaran tagihan minimum layaknya kartu kredit.

Perbedaan kartu kredit dan kartu charge
Perbedaan kartu kredit dan kartu charge (Ilustrasi/pixabay)

Perkembangan kartu charge

Setelah pengalaman yang terjadi pada Frank McNamara, secara perlahan kartu charge mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Kartu charge pertama kali di dunia adalah Diners Club, bagi pemegangnya dapat makan dan minum di restoran tanpa membawa uang tunai. Pihak Diners Club akan membayarkan lebih dulu kepada pihak toko ataupun restoran, kemudian baru total belanja akan ditagih pada bulan berikutnya ke pemilik kartu.

Sejak tahun 1951 penggunaan Diners Club sangat populer di Amerika. Pada tahun yang sama juga kartu charge merubah dirinya yang asalnya dari bahan kertas menjadi berbahan plastik, nampak lebih mempesona. Setelah Diners Club begitu banyak peminatnya membuat American Express tergiur menerbitkan jenis kartu charge pula. Tetapi karena ketenaran dan minat yang besar masyarakat akan kartu kredit yang semakin memudahkan nasabahnya dalam proses transaksi, menciutkan nyali American Express sehingga berhenti mengeluarkan kartu charge.

Kepopuleran kartu charge akhirnya mulai memudar akibat diterbitkannya kartu kredit. Apalagi proses transaksi serta pembayarannya dirasa lebih mudah. Selain itu Visa maupun MasterCard yang merupakan pelopor kartu kredit seringkali mempromosikan produknya di seluruh dunia. Mereka terus berusaha memperluas jaringannya dengan beberapa merchant serta selalu memperbaiki pelayanannya dengan sebaik mungkin sehingga menyamai kartu charge. Di Indonesia lebih mengenal kartu kredit ketimbang kartu charge sebagai alat transaksi yang syah.

Perkembangan kartu charge di Indonesia

American Express adalah salah satu perusahaan yang menjadi pelopor beredarnya kartu charge di Indonesia. Pemilik hanya menggunakan kartu charge saat pergi ke luar negeri khususnya kota-kota besar di negara Amerika, bukan memanfaatkannya sebagai alat pembayaran penggati uang tunai. Hal tersebut disebabkan karena sangat minimnya tempat untuk menggosok kartu charge. Jadi, jarang digunakan di negara sendiri.
Setelah American Express, beberapa bank lokal mulai mengeluarkan kartu charge yaitu bank BNI, Danamon, BCA Blue Card, CIMB, dan lain-lain. Eksistensi kartu BCA Blue Card mampu dikalahkan oleh kehadiran VISA dan MasterCard pelopor kartu kredit dunia. Sedangkan pihak bank BNI, CIMB dan Danamon masih mampu mempertahankan produk kartu charge-nya dengan konsep syariah.

Kartu charge (charge card) dapat ditemukan di bank syariah seperti BNI Syariah, CIMB Syariah maupun Danamon Syariah. Tetapi peminatnya hanya sedikit. Keuntungan menggunakan kartu charge adalah biaya adminstrasi yang dikeluarkan lebih murah daripada kartu kredit.

Perbedaan antara kartu kredit dengan kartu charge

Setelah mengetahui sedikit sejarah kartu charge, mari sekarang kita cari tahu perbedaan antara kartu kredit dengan kartu charge. Memang kelihatannya sama fungsi dan prosesnya tetapi jika diteliti lebih jauh banyak perbedaan yang tampak pada kedua kartu ini. Berikut ini perbedaan kartu charge dan kartu kredit :

Kartu Kredit

  • Cara penggunaannya digesek pada mesin EDC
  • Sistem pembayarannnya dapat dibayar minimum 10% hingga 20% dari semua total saldo tagihan, dibayarkan selambat-lambatnya saat tanggal jatuh tempo penagihan yang telah ditentukan pada setiap bulannya.
  • Jumlah limit ditentukan berdasarkan jenis kartu (Gold, Regular dan Classic)
  • Denda dikenakan jika terjadi keterlambatan pembayaran yakni setelah tanggal jatuh tempo. Besarnya dihitung dari presentase tertentu dari total pembayaran minimum atau jumlahnya sudah ditentukan pihak kartu kredit.
  • Besarnya bunga berdasarkan atas saldo kredit yang sesuai tingkat bunga pasar.
  • Cukup mudah proses pengajuannya bahkan pendaftarannya dapat secara online asal, mempunyai ID historis yang bagus
  • Masa berlaku umunya selama 5 tahun. Selama masih ada saldo dan pembayaran tagihannya tidak penuh kartu kredit masih bisa dimanfaatkan maksimal.

Kartu Charge

  • Penggunaannya di gesek pada mesin EDC.
  • Pembayaran tagihan harus penuh sebelum ada penagihan berikutnya.
  • Tidak adanya limit penggunaan kartu dalam bertransaksi.
  • Denda dikenakan apabila pembayaran tagihan tidak dilakukan secara penuh dengan jumlah sebesar presentase yang telah ditentukan.
  • Tidak dikenakan bunga pada setiap pembayaran tagihan.
  • Proses pengajuannya cukup rumit karena dikhususkan untuk nasabah atau orang yang keuangannya sudah mapan.
  • Kartu charge otomatis tidak berlaku ketika nasabah tidak membayar penuh tagihannya. Kartu akan diblokir dan tidak bisa digunakan sama sekali.

Menilik dari perbedaan di atas, membuat kartu kredit mempunyai keunggulan tersendiri di mata kita. Kartu kredit dengan daya tariknya berupa kemudahan pengajuan serta proses transaksi mampu menarik begitu banyak nasabah. Bahkan ada beberapa orang yang mempunyai 2 atau 3 kartu kredit sekaligus. Ketika anda mempunyai kartu kredit wajib waspada dengan pengelolaan keuangan setiap bulannya. Jangan sampai bunga kartu kredit menggerogoti membuat anda terlilit hutang. Manfaatkanlah kartui kredit dengan sebaiknya!

Demikianlah Perbedaan Antara Kartu Kredit dengan Kartu Charge, semoga bermanfaat.

data-ad-format="link">
Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015