Cafe Herbal Empon
Cafe Herbal Empon

Membudayakan Minum Jamu Lewat Cafe Herbal Empon

228 views

Empon-empon mungkin bagi kebanyakan orang yang belum tahu dan kedengarannya memang agak aneh. Padahal, arti dari empon-empon itu sendiri diambil dari kata bahan jamu yang diambil dari dalam tanah seperti kunir, jahe, temulawak dan sebagainya dimana digunakan untuk jamu berbahan herbal, yang fungsinya untuk mengobati berbagai jenis keluhan penyakit yang kita alami. Bahkan, jamu herbal ini bila diminum tidak akan terasa pahit seperti layaknya jamu-jamu lainnya, karena teknik pembuatan dan penyeduhannya berbeda dengan jamu lainnya. Jamu herbal ini bisa ditemukan di jalan Cimanuk No 6 Mintaragen Kota Tegal, tepatnya belakang dealer Honda Tegal Raya, yang diberi nama Empon-Empon Cafe Herbal dan sekarang berganti nama Tak Jamuni, bila kalian penasaran ingin mencobanya. Di tempat ini, tidak hanya menyediakan jamu saja, tapi juga ada beberapa makanan kecil serta hiburan musik karaoke tiap malam. Konsep cafe herbal ini memang sengaja dibuat berbeda dengan kedai jamu lainnya, karena ini dilakukan untuk memberikan kesan nyaman dan betah bagi para pelanggan yang singgah ke tempat tersebut.

Tidak hanya pintar dalam mengkreasikan tempat yang bisa membuat para pelanggan nyaman, tapi pria keturunan tionghoa ini pun cukup piawai dalam meracik jamu atas permintaan pelanggan. Sehingga membuat cafe herbal yang didirikan dan dikelola oleh Slamet Riyanto (40) sejak Desember 2011 masih cukup ramai didatangi, bahkan terkadang pengunjung dari luar daerah Tegal pun ikut merasakan kenikmatan jamu buatannya hingga ketagihan. Awal dari membuka usaha ini karena dirinya ingin memanfaatkan tanaman-tanaman herbal yang tumbuh di dalam tanah untuk dibuat dan dikombinasikan dengan sesuatu yang beda.

Cafe Herbal Empon
Cafe Herbal Empon

Setelah ia meracik bahan-bahan tanaman herbal itu sendiri, kemudian keluarga sendiri dijadikan tester untuk merasakan ramuannya dan ternyata ramuannya pun enak serta berkhasiat di tubuh. Dengan mendapat dukungan penuh dari keluarga, Slamet akhirnya mantap membuka usaha cafe herbal yang pertama kali diberi nama Empon-Empon. “Dari sinilah cafe herbal kami menjadi terkenal lantaran namanya yang unik dan kedengarannya juga tampak aneh, sehingga membuat pengunjung penasaran dan mendatangi kedai kami hingga akhirnya menjadi pelanggan tetap,” ujarnya saat ditemui di cafe empon-empon Agustus 2015 lalu.

Menurut Slamet, selain memanfaatkan tanaman-tanaman herbal, juga ada tujuan utama lainnya dibukanya empon-empon ini. Salah satunya ialah kita ingin mencoba membantu dan membudayakan konsumsi minum jamu sebagai satu kekayaan budaya Indonesia. Pasalnya, di era modern masih sebagian besar masyarakat Indonesia baik tua maupun muda tidak menyukai jamu lantaran pahit jika diminum. Maka dari itu, kita buat pikiran mereka yang tadinya tidak suka menjadi suka, dengan cara menghilangkan rasa pahit di dalam ramuan jamu tersebut. Apalagi, cafe herbal ini khususnya dalam mengolah empon-empon segar tanpa menggunakan campuran berbahan dasar kimia, melainkan hanya menggunakan gula aren dan gula asli sebagai pemanis.

Ada berbagai macam menu jamu yang disajikan, diantaranya jamu madu combrang yang fungsinya untuk panas dalam dan pencernaan, kopi lawat untuk stamina tubuh, beras merah kencur untuk kesegaran kulit, wedang rempah untuk masuk angin dan pegel linu, kopi jahe, teh kamijara dan jahe kamijara untuk menghangatkan tubuh. Di samping itu, kita juga melayani jamu atas keluhan penyakit yang dirasakan pelanggan, seperti keputihan, diabetes, jamu penyubur kandungan (cepat hamil) dan lainnya. Biasanya pelanggan setelah minum jamu di sini merasakan tubuhnya kelihatan lebih enak dan ringan di esok harinya atau saat bangun tidur. Sementara, bagi pelanggan yang mengalami keluhan penyakit diabetes setelah minum jamu, untuk tingkat keberhasilannya sendiri pun tidak mengecewakan, karena kurang lebih 75 persen sebagian besar pelanggan mengalami kesembuhan bila minum jamunya rutin. “Untuk seharinya saja kita melayani pelanggan yang minum jamu hingga mencapai 40 orang, dari mulai buka pukul 16.00 sampai 22.00 sesuai permintaan pelanggan,” terangnya.

Ia menambahkan meskipun cafe herbalnya telah ramai dan terkenal lantas tidak membuatnya merasa puas, karena ia seringkali menghasilkan ramuan-ramuan baru dari jamu yang diraciknya, seperti jus buah naga yang dicampurkan dengan bermacam-macam buah lainnya, brokoli dan lain sebagainya. Namun ternyata jus yang dibuatnya kurang begitu diminati para pengunjung, karena mereka lebih menyukai jamu yang berkaitan dengan keluhan penyakit yang dialami. Padahal, sebenarnya jus yang dibuatnya juga sama-sama memiliki khasiat tapi mungkin pengunjung lebih cenderung menginginkan minuman yang hangat dibandingkan dingin, karena yang hangat bisa langsung menghangatkan tubuh.

Penghargaan Cafe Herbal Empon
Penghargaan Cafe Herbal Empon

Meskipun begitu, dirinya pun tidak ada masalah karena memang pertama kali jamu dibuka khususnya untuk keluhan penyakit sedangkan minuman jus hanya sekadar tambahan. Di sisi lain, kita pun juga sudah cukup bangga dengan cafe herbal yang digelutinya, lantaran telah dikenal khalayak ramai tapi juga pada tahun 2012 lalu kita telah mendapatkan penghargaan dari provinsi Jateng setelah berhasil meraih juara pertama dalam rangka membuat minuman berbahan baku temulawak. “Harapannya, ke depan kami bisa menghasilkan kreativitas ramuan racikan terbaru agar pengunjung bisa merasakan kekhasiatan ramuan jamunya di cafe herbal empon-empon atau sekarang berganti nama Tak Jamuni,” ungkapnya.

data-ad-format="link">

Gallery for Membudayakan Minum Jamu Lewat Cafe Herbal Empon