Informasi Penting Seputar Saham Dunia 2018

22 views

Di era ini, kita memahami bahwa ada dua negara adidaya yang menguasai saham, yaitu Amerika dan Cina. Kini kedua negara tersebut sedang berseteru. Pemegang saham di wilayah Asia sedang dilanda kekhawatiran setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana untuk menaikkan tarif sampai dengan $60 milyar untuk produk Cina. Tentu saja hal ini dapat memicu perang dalam perdagangan. Akibat dari isu tersebut, saham Nikkei Japan indeks 225 jatuh sebesar 4.5% dan Shanghai Composite jatuh sebanyak 3.6%. Namun di balik mulai berjatuhannya saham di Asia, negara tirai bambu itu hanya melontarkan pernyataan bahwa negara tersebut tidak menginginkan adanya perang dalam perdagangan. Bahkan negara itu juga mengatakan bahwa tidak takut, walaupun harus terjadi perang dalam perdagangan jika terus didesak.

Di pihak Amerika, Donald Trump mengatakan bahwa dirinya akan memberikan tarif yang sedemikian rupa akibat dari pencurian property intelektual yang dilakukan oleh Cina. Dia membawa kasus ini, dan telah menyuarakannya di World Trade Organization (WTO) pada hari Jumat lalu. Dalam pernyatannya: “ Negara Cina telah lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap perjanjian yang telah dibuat oleh WTO dengan mengabaikan pemegang paten luar negeri, termasuk paten yang dimiliki oleh perusahaan Amerika. Dalam perjanjian tersebut, terdapat pernyataan bahwa pemegang paten tetap memiliki hak, walaupun kontrak lisensi telah berakhir. Namun yang terjadi ialah negara Cina melakukan pencurian terhadap kontrak yang sudah berakhir masa berlakunya.”

Saham Dunia 2018
Saham Dunia 2018

Kemudian, Donald Trump melanjutkan, “Cina juga tampaknya telah melanggar aturan yang dibuat oleh WTO dengan memberlakukan ketentuan kontrak yang merugikan, mendiskriminasi, dan kurang menguntungkan bagi teknologi asing yang diimpor.”

Menanggapi protes Donald Trump tersebut, Cina tidak hanya tinggal diam. Kementerian perdagangan Cina telah menyampaikan pendapat untuk menyanggah pernyataan tersebut. Dengan keras Cina menentang adanya kenaikan tarif yang telah dinyatakan oleh Donald Trump. Namun, jika hal tersebut terpaksa diberlakukan, maka dirinya akan tetap percaya diri mampu mengatasi hal tersebut dengan baik. Hal itu akan menjadi tantangan tersendiri.

“China tidak akan duduk diam dengan hak dan kepentingannya sendiri yang sah. Kami sepenuhnya siap untuk membela kepentingan sah kami,” kata kementerian itu.

Tetapi dikatakan, dirinya berharap agar Presiden Amerika Serikat tersebut tidak akan menyeret hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral ke dalam bahaya.

Namun ternyata pertikaian kedua belah negara tersebut juga berimbas pada harga saham di seluruh Asia. Ketakutan akan terjadinya perang dalam perdagangan itu membuat sejumlah harga saham di Asia turun dengan drastis.

“Pasar ekuitas telah laku keras pagi ini, karena para investor ketakutan bila benar-benar akan terjadi perang dalam perdagangan.” Kata David Maddon yang merupakan analis pasar di CMC Markets Inggris.

“Banyak pedagang yang tidak menyukai adanya unsur politik, sehingga mereka akan berusaha untuk menyelamatkan aset – aset mereka.”

Sebelumnya pada hari Jumat, China mengumumkan paket tarif yang diusulkan senilai $ 3 miliar. Beijing mengatakan ini sebagai tanggapan terhadap tarif Amerika Serikat pada impor baja dan aluminium yang diumumkan oleh Mr. Trump awal bulan ini. Tarif Amerika Serikat pada impor baja dan aluminium mulai berlaku minggu ini. Dalam menanggapi protes Donald Trump, kementerian perdagangan Cina mengatakan pihaknya merencanakan dua langkah tindakan pembalasan berupa tarif 15% untuk 120 barang senilai hampir $ 1 milyar – termasuk buah segar, kacang dan anggur. Tarif 25% untuk delapan barang senilai hampir $ 2 miliar – termasuk potongan daging babi dan aluminium. Kementerian perdagangan Cina justru mempertanyakan mengapa Amerika Serikat mengambil tindakan untuk menaikkan tarif. Amerika Serikat mengimpor miliaran lebih banyak barang dari Cina setiap tahun daripada mengekspor, menciptakan defisit sekitar $ 375 miliar tahun lalu – angka yang dicela Trump. Presiden mengatakan pada hari Kamis dia telah meminta Cina untuk memotong defisit itu dengan $ 100 milyar dengan segera. Bahkan, Agustus lalu, Trump memerintahkan penyelidikan atas kebijakan Cina dan tarif yang diusulkan mencerminkan hasil penyelidikan itu. Pihak dari White House mengatakan penyelidikan menemukan berbagai praktik “tidak adil” di Cina, termasuk pembatasan kepemilikan asing yang menekan perusahaan asing untuk mentransfer teknologi. Kajian ini juga menemukan bukti bahwa Cina memberlakukan ketentuan yang tidak adil pada perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dengan mengarah ke investasi di Amerika Serikat di industri strategis, dan melakukan dan mendukung serangan cyber.

Pihak White House mengatakan memiliki daftar lebih dari 1.000 produk yang dapat ditargetkan dengan tarif 25%. Amerika Serikat juga mengeksplorasi cara-cara untuk membatasi investasi Cina di Amerika Serikat. Ia mengatakan akan membawa masalah apapun yang dianggapnya tidak adil kepada WTO – seperti yang dilakukannya dalam kasus kekayaan intelektual.

Siapa yang berpotensi merugi dalam perang dagang?

Para pejabat Amerika Serikat telah mengakui kemungkinan adanya pembalasan dari negara tirai bambu, tetapi pihaknya mengatakan raksasa Asia itu pada akhirnya akan mengalami kehilangan lebih banyak. Jika dikenakan seperti yang dijelaskan, tarif Amerika Serikat  dapat menyebabkan biaya lebih tinggi bagi konsumen, sementara pembalasan Cina akan memukul sektor-sektor utama ekonomi Amerika Serikat termasuk pertanian dan kedirgantaraan, kata para analis. Cina merupakan pasar terbesar ketiga yang menerima ekspor Amerika Serikat pada tahun 2016 mengenai komoditi–komoditi seperti jagung, babi, dan pesawat Amerika. Cina juga merupakan konsumen kedelai terbesar di dunia dan mengonsumsi sekitar sepertiga dari panen AS. Walaupun demikian, para pengamat perdagangan di Asia juga berpendapat bahwa Cina akan melakukan pembalasan yang tidak diragukan lagi akan sangat berhati–hati dan langsung memukul daerah–daerah yang menjadi pendukung Trump di Amerika Serikat.

Demikianlah Informasi Penting Seputar Saham Dunia 2018, semoga bermanfaat.

Artikel Terkait dan Link Sponsor


Sumber: www.bbc.com/news/business-43510802
Tim Blogger Info Ide Bisnis Yogyakarta. I am International master student at National Taiwan University of Science and Technology