Cara membagi gaji dengan bijak
Cara membagi gaji dengan bijak (Ilustrasi/pixabay)

Cara Membagi Gaji Dengan Bijak

96 views

Menjadi seorang milyader merupakan impian setiap orang. Bekerja giat demi mendapatkan penghasilan lebih namun terkadang hanya mengalir begitu saja tanpa kita nikmati. Banyaknya impian atau rencana malah membuat pengeluaran lebih banyak dibandingkan dengan pendapatan. Yang perlu kita ketahui ialah, menjadi seorang milyader atau orang berduit pasti memiliki suka duka dalam menjalankan usahanya demi mencapai kesuksesan.

Li Ka Shing, seorang milyader dari hongkong. Menurutnya, kebijakan dalam hal keuangan itu wajib. Terutama untuk diterapkan dalam lima tahun kedepan. Gaji tersebut harus dibagi menjadi lima bagian. Sebagai contoh, gaji kita Rp. 4.000.000,/bulan maka pembagiannya sebagai berikut.

Biaya hidup (Sekitar Rp. 1.500.000)

Manusia yang konsumtif memang sulit sekali untuk hidup hemat apalagi menabung. Namun, hal ini harus dapat kita kontrol agar biaya hidup kita tidak membengkak nantinya. Meskipun kita hemat, kita masih bisa makan tiga kali sehari. Saat sarapan pagi, seperti biasa kita makan roti dan susu. Saat siang, makanlah sayuran atau buah-buahan. Saat malam kita bisa memasak masakan sederhana yang kita bisa dan kita sukai dan tentunya sederhana. Selagi kita muda, membiasakan gaya hidup sehat sangat penting. Sebab hal ini menguntungkan di hari tua nanti. Kita bisa mendapat tabungan dengan kehematan kita dan saat tua nanti kita tetap sehat dan segar bugar.

Cara membagi gaji dengan bijak
Cara membagi gaji dengan bijak (Ilustrasi/pixabay)

Menjamu teman (Sekitar Rp.500.000)

Seperti yang kita ketahui, sifat dermawan adalah sifat yang disukai oleh orang. Kita memiliki banyak teman yang dapat menunjang karir kita atau teman kita dulu yang sudah berkembang. Sebaiknya kita jalin hubungan baik dengannya. Agar suatu saat nanti kita tidak canggung untuk meminta pertolongan atau menjaga silaturahmi. Tentu ini merupakan investasi bagi kita. Kebaikan akan selalu berbuah manis.

Pengembangan Diri (Sekitar Rp.600.000)

Kehidupan tidak harus melulu hidup hemat. Kita juga perlu pengembangan diri. Misalnya mengikuti workshop atau membeli buku pengembangan diri untuk menumbuh kembangkan psikis atau karir kita. Setelah kita baca, renungkan, kita harus mengaplikasikannya agar hidup lebih bermakna.

Liburan (Hadiah untuk diri sendiri, sekitar Rp. 400.000)

Liburan memang bukan suatu keharusan, tetapi penting bagi kita untuk menambah pengalaman dan membangun semangat kita kembali dari rutinitas yang padat. Selain itu, kita juga bisa belajar menghargai diri sendiri. Karena, dengan liburan artinya kita memberikan apresiasi kepada diri sendiri dari apa yang sudah kita perjuangkan selama ini. Siapa tahu dari liburan ini kita juga bisa mendapatkan jodoh bagi yang masih single tentunya.

Investasi (Sekitar Rp 1.000.000)

Mulailah investasi jangka pendek dari sebagian uang gaji kita. Untuk meminimalisir kerugian. Agar kita masih bisa memiliki bekal di hari tua nanti. Tentunya tetap melihat perkembangan dengan pekerjaan dan gaji. Jika gaji kita tidak juga meningkat. Maka perlu koreksi diri dan berikan hukuman untuk diri sendiri. Misalnya dengan bekerja lebih giat dan melakukan pekerjaan sampingan. Hidup bisa kita rancang, karir bisa kita rencanakan dan kebahagiaan pun bisa dipersiapkan. Yang paling penting ialah rencanakan mulai dari sekarang.

Demikianlah cara membagi gaji dengan bijak, semoga bermanfaat.

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- membagi gaji
Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015