Cara cerdas berinvestasi
Cara cerdas berinvestasi (Ilustrasi/pixabay)

Cara Cerdas Berinvestasi Di Bidang Properti, Emas, dan Reksadana

1,485 views

Apa yang akan kita lakukan jika kita mempunyai kelebihan uang di luar uang yang kita gunakan untuk konsumsi? Kebanyakan orang akan menjawab “menggunakan uang tersebut untuk investasi”. Investasi adalah sebuah aktivitas penanaman uang atau materi lainnya dengan harapan akan mendapat keuntungan di kemudian hari. Investasi ini kita lakukan semata-mata untuk mendapatkan penghasilan atas sejumlah uang yang telah kita tanamkan.

Ada banyak sektor yang bisa kita bidik untuk menanamkan investasi. Misalnya dalam bidang tabungan atau deposito, bidang properti, bidang emas, bidang reksadana, bidang obligasi, dan berbagai bidang lainnya. Termasuk juga mengalokasikan uang sebagai modal kerja.

Berinvestasi selalu identik dengan risiko. Tidak ada investasi tanpa mengandung risiko. Karena itulah banyak yang mengatakan “high risk high return”. Semakin tinggi risiko yang akan kita ambil, maka semakin tinggi pula keuntungan yang akan kita peroleh. Contohnya saja memutuskan investasi di bidang saham, keuntungannya akan jauh lebih besar dibanding dengan investasi dalam bentuk tabungan atau deposito. Namun, keuntungan yang didapatkan itu juga sebanding dengan risiko yang akan kita hadapi.

Risiko itu tidak bisa dihilangkan. Hanya bisa diminimalisir. Oleh sebab itu, kita harus pintar-pintar mengatur management risiko tersebut sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi dengan risiko yang kecil. Di bawah ini akan kita berikan cara-cara cerdas untuk berinvestasi di berbagai bidang. Bagaimana caranya agar investasi kita benar, aman, dan dengan risiko minimal.

Cara cerdas berinvestasi
Cara cerdas berinvestasi (Ilustrasi/pixabay)

1. Cara Investasi Di Bidang Properti

Banyak yang mengatakan bahwa investasi di bidang properti merupakan investasi yang membutuhkan modal tinggi. Terutama jika kita memilih investasi di kota-kota besar. Harga tanah atau bangunan tidak bisa dikatakan murah. Terlebih lagi jika lokasinya ada di daerah yang strategis. Dekat dengan beberapa fasilitas.
Namun, di balik harganya yang tinggi, menyimpan juga keuntungan yang tinggi. Apalagi jika dalam bentuk tanah atau bangunan. Harga tanah atau bangunan setiap tahunnya selalu naik. Membeli sekarang, jika dijual lima tahun lagi nilai jualnya akan lebih tinggi. Oleh sebab itulah jual beli properti dijadikan bisnis yang banyak menjanjikan keuntungan.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika kita ingin berinvestasi dalam bidang properti. Salah satunya ialah dengan melihat tujuan kita dahulu. Apa tujuan kita dalam berinvestasi di bidang properti ini. Apakah menginginkan penghasilan aktif atau penghasilan pasif.

Penghasilan aktif adalah, penghasilan yang bisa kita nikmati setiap periode tertentu. Misalnya setiap bulan. Jika kita ingin mendapatkan hasil tiap bulan dari investasi tersebut, maka kita membeli properti tersebut untuk kita sewakan. Misalnya membeli apartemen, rumah, kos-kosan, ruko ataupun properti lainnya untuk kita sewakan kepada orang lain. Hasil dari sewa itu bisa kita manfaatkan sebagai penghasilan dalam tiap periodenya. Entah bulanan atau tahunan.

Sedangkan penghasilan pasif adalah penghasilan yang tidak bisa kita nikmati setiap periodenya. Karena kita hanya baru bisa menikmati setelah properti itu dijual. Selisih antara jual dan beli inilah yang nantinya menjadi keuntungan kita setelah dikurangi biaya penyusutan per periodenya.

Setelah kita menentukan tujuan, pilih lokasi properti yang akan kita beli. Jika kita ingin berinvestasi untuk mendapatkan keuntungan aktif, pilihlah lokasi yang sesuai. Misalnya, membeli tanah atau bangunan untuk dijadikan kos-kosan. Pilihlah bangunan yang dekat dengan perkantoran, kampus, sekolah, ataupun tempat dimana akan banyak orang membutuhkan rumah kos atau tempat tinggal sementara. Selain itu, agar harga sewanya tinggi, pilihlah bangunan yang dekat dengan sarana umum lainnya. Seperti dekat dengan pasar, stasiun, rumah sakit, jalan raya, dan fasilitas umum lainnya.

Jangan membeli bangunan yang langsung berhadapan dengan jalan raya. Karena kemungkinan digusur akan lebih besar. Jangan pula membeli properti di daerah yang rawan sering terjadi bencana. Seperti banjir, tanah longsor, gempa, dan bencana-bencana lainnya.

2. Cara Investasi Di Bidang Emas

Jaman dahulu, emas merupakan investasi yang sering dilakukan oleh para ibu rumah tangga. Karena caranya yang sangat sederhana, membuat siapapun orang bisa melakukan investasi emas ini. Hanya membeli emas, kemudian menjualnya saat sedang membutuhkan uang.

Emas merupakan salah satu logam mulia yang mempunyai nilai tinggi dan terus naik. Selain itu, tingkat likuiditas yang tinggi setelah uang tunai dan tabungan, membuat emas banyak dilirik sebagai komoditas investasi yang empuk. Sehingga, jaman sekarang, investasi emas banyak juga dilirik oleh laki-laki. Tidak hanya ibu rumah tangga saja.

Jika ingin berinvestasi dalam bentuk emas, pilihlah tempat penyimpanan. Menyimpan emas dalam jumlah banyak di rumah, tentunya akan rawan terhadap pencurian. Hal inilah yang menjadi risiko tinggi. Kita bisa menyewa deposit box bank untuk mengamankan emas yang kita miliki. Ini memang akan dikenakan biaya administrasi penyimpanan. Namun itu lebih baik jika harus menyimpannya sendiri.

Jika ingin lebih praktis, kita bisa berinvestasi dalam bentuk sertifikat emas. Bukan dalam bentuk fisik emas. Caranya, kita membuka semacam deposito yang banyak ditawarkan oleh bank. Prosesnya sama seperti kita menabung. Hanya saja, saldonya sesuai dengan harga emas sekarang. Jika ingin lebih praktis lagi, kita bisa menggunakan layanan online. Yang kita tukarkan ialah nilainya. Emas kita aman tersimpan di Bullion Assosiation.

Pilihlah perusahaan tempat investasi emas ini yang sudah terpercaya. Jelas alamatnya. Mempunyai izin usaha dan tidak pernah tersandung kasus penipuan. Jangan pernah menanamkan investasi pada perusahaan yang tidak mempunyai alamat, asal usul dan nomor telepon yang jelas, perusahaan MLM, dan sebagainya.

3. Cara Investasi Di Bidang Reksadana

Bagi masyarakat modern, investasi di reksadana bukanlah suatu yang langka. Karena, reksadana merupakan salah satu investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dengan disertai risiko yang tinggi pula. Kita bisa memilih macam-macam reksadana. Seperti saham, surat utang negara, campuran dan beberapa jenis reksadana lainnya.

Reksadana ini tidak membutuhkan modal yang tinggi. Bahkan hanya dengan 10 ribu saja kita bisa menanamkan investasi. Sayangnya, investasi ini tergantung dari kepandaian si pengelola dana. Jika pengelolanya cakap dalam memutar uang, maka keuntungan akan kita dapatkan secara berlipat ganda. Begitupun sebaliknya.

Oleh sebab itu, pilihlah reksadana investasi beserta instrumennya yang bagus. Untuk meminimalisir risiko kerugian. Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, cek terlebih dahulu di Bappepam. Mengenai reputasi, identitas dan legalisasi perusahaan tersebut. Seringlah berkonsultasi dengan para konsultan investasi untuk memastikan bahwa investasi yang kita lakukan memang benar. Intinya, rencanakan secara matang sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Termasuk juga, jangan memilih perusahaan yang kredibilitasnya masih dipertanyakan dan belum resmi.

Jika kita masih belum berani mengambil risiko yang terlalu tinggi pada investasi reksadana ini, pilihlah investasi seperti tabungan atau deposito saja. Meski keuntungannya sangat kecil, namun tidak menanggung risiko yang sangat besar seperti reksadana.

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- Investasi cerdas - cara memutar uang dengan emas - cara cerdas memutar uang - cara cerdas berinvestasi - cara memutar uang investasi - investasi bidang kontrakan - tips investasi bidang properrti