Pinjaman Modal Pribadi Untuk Berinvestasi
Pinjaman Modal Pribadi Untuk Berinvestasi (Ilustrasi/pixabay)

Amankah Pinjaman Modal Pribadi Untuk Berinvestasi?

221 views

Investasi memang sangat menggiurkan bagi beberapa orang untuk membangun kekayaan. Orang-orang seringkali untuk berinvestasi melakukan peminjaman kepada bank. Melakukan pinjaman untuk berinvestasi memiliki beberapa manfaat, seperti memungkinkan Anda untuk memiliki modal lebih banyak untuk berinvestasi dan membutuhkan waktu lebih singkat untuk mendapatkan modal investasi. Namun sebelum membayangkan hasil yang akan Anda dapat dengan berinvestasi perlu untuk mengetahui beberapa risiko dan trik untuk sukses berinvestasi.

1. Periksa Tarif Pinjaman

Anda perlu memahami bahwa setiap bank memiliki lebih dari satu jenis bunga pinjaman. Berinvestasi akan menjadi hal yang sia-sia saat Anda mendapatkan banyak uang, tetapi Anda harus membayar bunga yang besar kembali ke bank. Jika Anda melakukan pinjaman dan Anda harus membayar pinjaman beserta bunga dengan besar lebih dari setengah dari rata – rata tingkat pengembalian investasi, Anda hanya akan mendapatkan sedikit uang.

Pinjaman Modal Pribadi Untuk Berinvestasi
Pinjaman Modal Pribadi Untuk Berinvestasi (Ilustrasi/pixabay)

2. Hitung Pembayaran untuk Pengembalian Pinjaman

Anda harus bisa mempertimbangkan dan menghitung pendapatan uang investasi agar dapat digunakan untuk mengembalikan pinjaman bank. Penting untuk membayar pinjaman tepat waktu dengan cara menyisihkan uang hasil investasi di awal bulan. Ingat, semakin terlambat Anda membayar pinjaman bank akan ada bunga yang semakin membengkak yang harus dilunasi. Tentu saja keterlambatan pembayaran pinjaman dapat berakibat fatal pada Anda, karena saat Anda tidak mampu melunasi bank akan menyita barang yang Anda gunakan sebagai jaminan peminjaman. Bisa Anda bayangkan betapa mengerikan saat seseorang menggunakan rumah sebagai jaminan pinjaman dan tidak dapat melunasi pinjamannya. Sudah pasti bank akan menyita rumah tersebut.

3. Perdalam Ilmu Investasi Anda

Memang prinsip ekonomi yang banyak dipahami oleh orang awam ialah mengeluarkan modal sekecil-kecilnya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Namun di dunia nyata seringkali hal tersebut tidak berlaku. Untuk mendapatkan hal yang besar, Anda harus menanggung risiko yang besar. Untuk menekan kemungkinan terburuk dari terjadinya risiko, Anda membutuhkan pendalaman menyeluruh terhadap investasi yang akan Anda lakukan. Anda perlu untuk belajar terlebih dahulu. Saat Anda sudah memahami investasi secara teori paling tidak Anda sudah memahami hal-hal yang boleh dan yang harus dihindari saat berinvestasi. Misalnya saja Anda perlu untuk melakukan survei terhadap pasar saham saat Anda memang akan melakukan investasi saham. Anda perlu untuk mengamati tren yang terjadi pada dunia saham tidak hanya tren yang terjadi dalam satu bulan terakhir. Saat Anda berkecimpung di dunia saham, Anda harus memahami bahwa saham selalu tidak stabil. Jika saat ini saham yang Anda beli membaik, tidak ada jaminan bahwa beberapa bulan ke depan saham tersebut akan membaik. Ingat bahwa tren pada pasar saham dapat berbalik 180 derajat.

4. Memperluas Zona Aman Anda

Anda perlu memahami bahwa saham dapat berubah dalam sekejap. Anda perlu untuk menyiapkan mental Anda untuk menghadapi kondisi tersebut yang dapat menyebabkan Anda stres. Anda harus bisa menahan stres yang muncul, karena pinjaman bank selalu membayangi Anda. Anda harus bisa menahan stres, karena perubahan saham yang ekstrim. Saat Anda sudah dapat mengelola stres Anda, berarti Anda sudah dapat memperluas zona aman Anda. Ingat bahwa stres dapat menyebabkan gangguan kesehatan saat Anda tidak dapat mengelolanya dengan baik. Namun Anda juga tidak perlu khawatir, sudah banyak orang-orang yang berhasil dalam menggeluti bidang ini.

5. Menggunakan Jasa Penasihat Keuangan Profesional

Jika Anda pemula dalam dunia investasi dan menginginkan penekanan risiko kerugian, sudah jelas Anda perlu belajar dari orang yang sudah handal dengan dunia tersebut. Jika Anda memiliki teman yang sudah ahli dalam dunia investasi, sebaiknya Anda sering melakukan perbincangan dengannya. Gali informasi sedalam-dalamnya mengenai investasi tempat teman Anda berkecimpung. Jika Anda tidak memiliki seorang teman yang sudah mahir di investasi, tenang, bukan berarti Anda harus menyurutkan niat untuk berinvestasi. Anda bisa menggunakan jasa dari penasihat keuangan profesional. Dengan menggunakan jasa penasihat keuangan, Anda akan diarahkan kepada strategi yang tepat untuk memulai dan menjalankan investasi.

6. Peninjauan Biaya Keseluruhan

Biaya yang Anda harus pikirkan bukan hanya biaya pengembalian pinjaman dan bunganya. Anda juga harus meninjau berbagai biaya lain seperti biaya untuk penggunaan jasa penasihat keuangan profesional atau biaya broker online. Jika Anda membeli saham melalui broker online, ada kemungkinan Anda diharuskan untuk membayar komisi perdagangan setiap kali Anda selesai melakukan transaksi. Jika Anda berkecimpung di dunia investasi jenis reksadana, Anda harus waspada terhadap biaya reksadana manajer investasi.

7. Prediksi yang Tidak Selalu Tepat

Hasil yang Anda dapat dari investasi tidak selalu sesuai dengan prediksi perhitungan yang Anda lakukan. Biasanya hasil investasi yang akan Anda peroleh jumlahnya lebih kecil dari prediksi Anda. Ingat, pasar dapat berubah secara drastis, Anda harus mau menyisihkan uang saat Anda memperoleh uang yang banyak jumlahnya dari investasi yang Anda lakukan. Bisa jadi itulah kesempatan Anda untuk mengembalikan pinjaman secepatnya atau membuat dana cadangan jika keadaan buruk terjadi. Hal lain yang perlu diingat ialah risiko bunga yang juga dapat berubah. Suku bunga pinjaman bisa saja naik. Jika bank menaikkan suku bunga pinjaman sekitar 2% atau 4%, Anda perlu berpikir apakah investasi Anda masih memungkinkan.

8. Adanya Pengaman Keuangan Lain

Pastikan Anda memiliki penghasilan atau tabungan selain dari investasi, karena iklim investasi yang tidak menentu. Sumber lain seperti gaji bulanan dan uang tabungan, dapat Anda gunakan jika ada hal-hal buruk terjadi. Sebisa mungkin Anda perhitungkan kemungkinan terburuk jika investasi Anda gagal dan Anda tetap harus dapat melunasi pinjaman.

9. Hindari Peminjaman Modal kepada Rentenir

Rentenir adalah orang yang sering meminjamkan uang, namun pengembalian pinjaman uang dikenakan bunga yang besar. Seringkali bunga yang dibebankan kepada peminjam tidak masuk akal dan terkadang dapat mencapai 100%. Misalnya saat Anda meminjam Rp100.000.000,00, rentenir bisa saja menagih kepada Anda sebesar Rp200.000.000. Sebaiknya, Anda benar-benar menghindari peminjaman uang kepada rentenir meskipun bukan untuk investasi. Peminjaman modal untuk investasi sebaiknya berasal dari uang sendiri atau meminjam ke bank.

10. Jangan Jadikan Rumah sebagai Jaminan

Kesalahan yang teramat fatal ialah menjadikan rumah satu-satunya yang Anda tinggali sebagai jaminan untuk melakukan investasi. Jika memang Anda tidak memiliki aset lainnya selain rumah Anda untuk dijadikan jaminan, disarankan Anda untuk tidak melakukan investasi terlebih dahulu. Jika Anda sudah memiliki aset lain selain rumah Anda, itu tandanya Anda sudah siap melakukan peminjaman dalam jumlah besar kepada bank.

Aset-aset yang dapat dijadikan jaminan dibedakan menjadi jaminan berwujud dan tak berwujud. Aset-aset yang termasuk dalam jaminan berwujud yaitu bangunan, kendaraan, dan mesin. Sedangkan jaminan tidak berwujud, seperti garansi perusahaan. Jaminan juga dapat dibagi berdasarkan mobilitasnya. Benda yang bergerak yang dapat dijadikan jaminan yaitu kendaraan bermotor, persediaan barang dagang, dan piutang. Benda tidak bergerak yang dapat dijadikan jaminan yaitu tanah, bangunan, dan pabrik.

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- apakah bisa membeli saham dengan cara meminjam atau modal pinjaman

Novia Nur FS
Kontributor Info Ide Bisnis Yogyakarta