Kesalahan mengelola bisnis
Kesalahan mengelola bisnis (Ilustrasi/pixabay)

9 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Pengusaha Ketika Mengelola Bisnis

67 views

Salah satu penyebab bisnis sulit berkembang adalah karena kesalahan dalam pengelolaannya. Terlihat mudah memang, tetapi ketika dijalani malah terasa rumit. Tanpa disadari, terkadang anda membuat kesalahan besar saat berbisnis. Jika sudah niat berbisnis tentu anda harus menyiapkan semuanya dengan sebaik mungkin. Tidak hanya dengan modal yang besar bisnis bisa sukses, tetapi keuletan pikiran dalam menjalankan bisnislah yang paling penting.

Sebagai pengusaha anda harus tahu tentang mengelola keuangan, produk yang dijual, pelayanan pelanggan dan sebagainya yang berhubungan dengan bisnis anda. Semua pengurusan tersebut bisa saja ditangani sendiri, namun biasanya malah menimbulkan kesalahan. Bila kesalahannya kecil mungkin masih bisa diatasi, tetapi bila kesalahannya fatal, akan sulit bahkan menimbulkan kerugian atau kebangkrutan.

Dibawah ini 9 kesalahan fatal yang sering dilakukan oleh pengusaha saat mengelola bisnis, yaitu :

9 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Pengusaha Ketika Mengelola Bisnis

Kesalahan mengelola bisnis
Kesalahan mengelola bisnis (Ilustrasi/pixabay)
  1. Modal awal bisnis terlalu besar

Apabila anda memulai bisnis janganlah terlalu menghambur-hamburkan uang, manfaatkan seadanya. Tak perlu tempat yang bagus nan mewah, yang penting nampak bersih dan rapi. Tak perlu banyak hiasan di dalamnya yang penting pelayanan maksimal. Bukalah bisnis dengan sederhana, tak usah membuat banyak selebaran untuk disebarkan di mana-mana, lebih baik promosi lewat media online saja. Toh, sekarang baik yang tua maupun muda bermain media sosial. Atau membuat online shop juga, yang terbukti ampuh mampu mengembangkan bisnis dengan maksimal. Sehingga anda tidak mengeluarkan dana yang besar ketika sedang mulai bisnis.

2. Menggabungkan antara rekening pribadi dan perusahaan

Jika sudah memulai bisnis, sebaiknya anda membedakan antara rekening pribadi dan rekening perusahaan. Sebab, anda akan mengalami kesulitan untuk membedakan pemasukan dan pengeluaran pada masing-masing kebutuhan. Atau anda akan menggunakan uang hasil usaha lebih banyak untuk kepentingan pribadi ketimbang perusahaan. Pengelolaan keuangan yang rumit ini tentu mempengaruhi operasional dalam perusahaan. Selain itu, anda kesulitan menentukan jumlah profit yang sebenarnya didapat perusahaan. Alangkah baiknya anda perlu disiplin saat membagi kebutuhan pribadi dan perusahaan.

3. Memakai uang pribadi untuk memenuhi kebutuhan bisnis

Setelah modal yang anda gelontorkan saat awal berbisnis, janganlah menambah dana lagi, putar saja dana awal tersebut. Menggunakan uang pribadi untuk biaya bisnis akan menjadi kebiasaan buruk dan berpengaruh pada kondisi keuangan pribadi. Pisahkan antara keperluan pribadi dan perusahaan, pastikan anda mengetahui benar mana yang keperluan pribadi, mana yang keperluan bisnis. Misalnya biaya meeting, perjalanan bisnis, dan lainnya yang menyangkut bisnis sepenuhnya harus ditanggung dengan uang operasional perusahaan. Hindari memakai kartu kredit untuk kepentingan perusahaan, hal itu tentu menambah sulit ketika membuat laporan keuangan nanti.

4. Pengembalian hutang yang kurang tertib

Sekarang ini untuk mendapatkan kredit modal usaha sangatlah mudah. Sebab, banyak sekali lembaga pembiayaan kredit modal usaha baik milik pemerintah maupun swasta. Mereka berlomba-lomba menarik perhatian nasabah agar mau menggunakan jasa mereka. Mungkin hal inilah yang membuat anda sebagai pelaku bisnis tanpa berpikir panjang mengambil kredit untuk modal usaha, tetapi belum memikirkan cara mencicil kredit setiap bulannya.
Karena di tahun pertama perusahaan didirikan biasanya banyak ketidakpastian dalam segala hal, contohnya pendapatan belum tetap, keuntungan masih kecil belum cukup untuk menutup modal, dan sebagainya. Sehingga ketika anda mengambil kredit diperlukan pengelolaan keuangan perusahaan yang tepat supaya dapat mengembalikan pinjaman tepat pada waktunya atau sebelum jangka tempo. Hindari menunda pembayaran pinjaman karena akibatnya akan berdampak buruk di masa depan.

5. Tidak adanya anggaran masa depan

Saat awal perusahaan berdiri, anda cenderung memutar semua keuntungan yang didapat untuk keperluan bisnis. Walau kelihatannya benar, namun ternyata tindakan tersebut salah. Hal itu dapat memberikan efek buruk pada masa depan anda nantinya, sebab belum mempunyai jumlah tabungan pasti. Untuk membangun bisnis yang besar diperlukan waktu lama dan pemikiran yang hebat. Alangkah baiknya jika anda selalu menyisihkan sebagian keuntungan, sebagai langkah waspada apabila kondisi keuangan pribadi mengalami kemerosotan. Dalam hidup ini kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di masa mendatang, maka milikilah dana jaga-jaga.

6. Tidak mempunyai anggaran operasional perusahaan

Setiap perusahaan yang berdiri pasti mempunyai dana operasional, namun belum tentu mempunyai anggaran keperluan perusahaan. Merangkum anggaran operasional perusahaan sangatlah diperlukan. Dengan begitu anda tahu berapa besar keuntungan perusahaan, apa yang dibutuhkan perusahaan saat ini dan juga berapa besar dana yang dikeluarkan untuk keperluan penunjang bisnis. Adanya anggaran, membuat anda bisa mematok anggaran operasional perusahaan setiap bulannya atau bisa meningkatkan jumlah anggaran saat bisnis telah stabil. Jangan sampai seperti pepatah, besar pasak daripada tiang (besar pengeluaran daripada penghasilan).

7. Tidak merencanakan masa pensiun

Setiap orang pasti menginginkan masa pensiun yang menyenangkan, dapat memetik hasil kerja, dan mampu membahagiakan orang sekitar. Oleh karena itu, persiapan dana pensiun harus dijalankan dan mulai dikumpulkan sejak anda masih muda. Sehingga ketika telah tua nanti anda dapat menikmati hasil jerih payah anda selama muda. Selain itu, anda tidak akan merepotkan keluarga atau orang sekitar dalam mengurus kebutuhan diri sendiri secara finansial.

8. Mempunyai utang lebih banyak daripada penghasilan

Jika laporan keuangan pribadi terus-menerus mengalami defisit, berarti ada yang salah dalam mengelola bisnis anda. Anda harus mempelajarinya secara detail dan mencari letak kesalahan lalu segera memperbaikinya. Jangan sampai anda meminjam dana dari modal perusahaan ataupun dana darurat dan tabungan. Lebih baik pangkas saja keperluan yang kurang penting dan hindari menghambur-hamburkan uang tanpa jelas alirannya. Mungkin dengan mengurangi penggunaan kartu kredit dapat membuat kondisi keuangan anda stabil lagi.

9. Terlalu banyak melakukan promo

Terkadang promo perlu dilakukan untuk strategi bisnis, yaitu supaya bisnis anda ramai didatangi pelanggan. Dalam berbisnis selalu ada persaingan antar perusahaan, tetapi anda jangan terpengaruh dengan memberikan potongan harga terlalu besar kepada pelanggan. Tindakan ini dirasa kurang efektif, dampaknya akan buruk pada kualitas produk, pelayanan dan keuntungan yang anda peroleh nantinya. Jangan asalkan menang tender saja, namun lebih baik pikirkan tentang keuntungan dan kebaikan perusahaan pula. Jadilah pengusaha yang bijaksana, tentukan harga jual berdasarkan kemampuan dan dana yang telah dikeluarkan.

Demikianlah 9 Kesalahan Fatal yang Dilakukan Pengusaha Ketika Mengelola Bisnis, semoga bermanfaat.

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- 9 kesalahan pengusaha

Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015