Cara merekrut karyawan baru
Cara merekrut karyawan baru (Ilustrasi/pixabay)

7 Cara Efisien Dalam Merekrut Karyawan Baru 5/5 (1)

6,340 views

Ketika usaha anda semakin melejit, tentu tidak bisa ditangani sendirian, perlu bantuan orang lain untuk menyelesaikannya. Jika dibantu orang lain anda harus menyisihkan sebagian omzet bisnis untuk gaji karyawan, uang makan atau uang bonus. Sehingga pengeluaran semakin banyak dan anda harus pandai dalam mengelola keuangan perusahaan. Dalam setiap langkah bisnis, tentu anda tidak ingin mengalami kerugian, maka untuk merekrut karayawan harus dilakukan dengan hati-hati.

Terkadang perekrutan karyawan dalam usaha apabila tidak tepat malah dapat menimbulkan dampak buruk bagi usahanya. Bisa saja karyawan tersebut justru menjadi beban bukannya meringankan beban pekerjaan anda. Perekrutan karyawan juga membutuhkan banyak waktu untuk melakukan interview serta biaya untuk pelatihan karyawan. Untuk itu anda harus mendapatkan karyawan yang tepat dan bisa bekerja dengan baik untuk anda serta kelangsungan bisnis anda.

Kebanyakan pebisnis lupa dengan keluarganya, mereka membiarkan keluarganya bekerja dengan orang lain sementara dirinya sendiri memerlukan karyawan. Begitu juga dengan mempekerjakan teman atau sahabat. Mungkin ketakutan akan terjadinya pertengkaran, percekcokan yang nantinya dapat mempengaruhi hubungan silaturrahim. Tetapi tak ada salahnya anda coba, sebelumnya buat perjanjian dulu ketika terjadi apa-apa akan diselesaikan dengan baik dan tidak mempengaruhi hubungan silaturrahim.

Baca juga:  3 Cara Mudah Dan Tepat Merekrut Karyawan Berkualitas

Keputusan untuk merekrut karyawan semuanya berada di tangan anda, baik itu menggunakan jasa keluarga, teman, sahabat, maupun orang lain. Dengan memperhatikan 5 hal dasar dalam merekrut karyawan di bawah ini akan membuat anda menemukan karyawan yang tepat, sesuai yang anda inginkan. Yuk, baca langsung ulasannya di bawah ini :

7 Cara Efisien Dalam Merekrut Karyawan Baru

  1. Pengalaman di bidang pekerjaan yang anda jalani

Yang pertama kali anda tanyakan pada calon karyawan anda adalah sudahkah berpengalaman dalam bidang ini? Jika sudah, anda boleh sedikit mencoba kemampuannya dalam bekerja, sehingga anda tahu seberapa luas dia menguasai bidang bisnis yang anda jalani. Jika karyawan baru sudah mempunyai pengalaman, anda tidak akan membuang banyak waktu untuk memberikannya pelatihan. Pengalaman akan membuat dia tahu apa yang harus dia lakukan dalam bekerja, dengan begitu anda menghemat waktu serta biaya dalam merekrut karyawan.

2. Abaikan tingkat pendidikannya, yang penting pandai dalam berpikir

Tingkat pendidikan bukanlah hal penting lagi, yang penting calon karyawan anda mampu berpikir dengan cermat, cepat dan tepat dalam melakukan pekerjaan. Terkadang karena keterbatasan biaya membuat seseorang yang pintar putus sekolah, mungkin calon karyawan anda salah satunya. Dengan menerima sebagai karyawan, berarti anda membantu meringankan bebannya. Terlebih lagi usaha anda adalah UKM, tak ada salahnya membantu orang lain. Belum tentu dia yang mempunyai pendidikan tinggi, kemampuan berpikirnya baik.

3. Mempunyai ketrampilan dan keahlian yang bisa diandalkan

Keahlian dan ketrampilan merupakan hal penting bagi seseorang untuk bekerja, sehingga dalam proses seleksi karyawan, anda perlu memperhatikan 2 hal tersebut. Yang paling utama mempengaruhi kemajuan bisnis adalah pelayanan terhadap pelanggan, cara memecahkan masalah dengan pelanggan atau tentang lainnya dan cara memperbanyak penjualan produk kepada konsumen. Pastikan anda mengetahui keahlian dan ketrampilan calon karyawan anda karena nantinya berpengaruh dalam penempatan calon karyawan.
Lakukanlah tes kepada satu-persatu calon karyawan anda, perhatikan mana yang ahli di bidang ini dan mana yang menguasai bidang lainnya. Mungkin cara membuat produk industri dapat dipelajari dalam waktu sebentar, tetapi ketrampilan pelayanan terhadap pelanggan serta keahlian dalam penjualan hanya bisa dipelajari melalui banyak waktu dan pengalaman.

4. Prestasi

Walau kelihatannya kurang penting, tetapi tak ada salahnya prestasi diikutkan dalam merekrut karyawan. Prestasi merupakan sebuah penghargaan yang diberikan kepada karyawan dengan hasil pekerjaan terbaik. Prestasi dapat anda jadikan sebagai langkah mengetahui seberapa pandainya serta kelihaiannya dia di pekerjaan sebelumnya. Lihat secara jelas prestasi itu dalam hal apa, jadi bisa anda jadikan acuan dalam penempatan kerja. Untuk itu akan lebih baik jika anda mencari pelamar yang mencantumkan prestasi kerjanya di tempat sebelumnya. Tetapi selain prestasinya anda juga wajib melakukan tes kembali, agar anda tahu presetasi itu benar ditujukan untuknya.

5. Baca riwayat pekerjaan

Baca dengan jelas riwayat pekerjaan pelamar, perhatikan tanggal dia bekerja seberapa lama dia bertahan di tempat sebelumnya. Meski begitu anda tetap perlu menanyakan alasan mengapa dia berhenti bekerja padahal baru sebentar. Perhatikan mimik wajahnya, sehingga Anda tahu dia bohong atau tidak. Riwayat pekerjaan mampu mencerminkan konsisten atau kestabilan seseorang dalam bekerja.

Dari riwayat pekerjaan anda bisa menyimpulkan beberapa alasan dia berhenti dari pekerjaannya, seperti tak cocok dengan atasannya, atau kehilangan minat bekerja padahal baru sebentar atau memang dia orang yang tidak kompeten. Apabila pelamar mangatakan alasannya keluar dari pekerjaan lama dengan bertele-tele lebih baik coret dari kandidat karyawan anda.

6. Arah karir yang kurang fokus

Setelah memperhatikan beberapa hal di atas yang terakhir lihat arah karir pelamar. Walaupun pergeseran arah karir karyawan adalah hal yang biasa saja, tetapi kandidat yang mempunyai riwayat berubah-ubah jalur karirnya menandakan ketidakpastian arah karir mereka. Mereka nampak selalu bosan dengan pekerjaan yang satu lalu ingin mencoba pekerjaan lain, begitu seterusnya. Apalagi bila mempunyai tantangan biasanya dia mudah menyerah.

7. Pilih karyawan yang kompeten

Setelah melakukan interview dan memilih kandidat karyawan yang anda yakini mampu bekerja dengan baik, selanjutnya berikan pelatihan dan penjelasan tata cara bekerja. Beri mereka tenggat waktu untuk belajar, apabila tidak bisa mengikuti keluarkan saja dia. Namun, sebelumnya harus ada perjanjian terlebih dahulu dengan mereka yang ikut masa pelatihan kerja. Pilih mereka yang benar-benar fokus dan terampil dalam melakukan pekerjaannya, karyawannya yang mempunyai daya tangkap cepat, serta yang displin waktu dan tidak banyak melakukan kesalahan dalam bekerja.

Demikianlah 7 Cara Efisien Dalam Merekrut Karyawan Baru, semoga bermanfaat.

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- cara merekrut karyawan - cara merekrut karyawan yang efektif dan efisien - cara merekrut sdm yang berkompeten untuk perusahaan pembuatan obat - cara merekrut sdm yang berkompeten dalam bidang pembuatan obat - Cara merekrut pekerja yang bisa diandalkan com - cara merekrut pegawai - strategi merekrut karyawan - cara merekrut - cara mengefisiensi biaya dalam merekrut karyawan - bagaimana cara merekrut sumber daya manusia yang berkompeten untuk perusahaan pembuatan obat

Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015