Mengapa wanita belum bisa berinvestasi
Mengapa wanita belum bisa berinvestasi (Ilustrasi/pixabay)

7 Alasan yang Membuat Wanita Belum Bisa Berinvestasi

21 views

7 Alasan yang Membuat Wanita Belum Bisa Berinvestasi – Dulu, derajat wanita dan pria belum setara, kemampuan wanita terkadang dianggap remeh. Padahal saat ini semua pekerjaan pria dapat dikerjakan oleh wanita, mulai dari ngojek, supir taksi bahkan hingga tukang tambal ban. Itu sungguh luar biasa bukan? Demi mencapai tujuannya wanita rela melakukan apapun walaupun hal tersebut tak lazim dilakukan oleh wanita. Wanita selalu mempunyai semangat tinggi dalam hidupnya, di saat suami menyerah dengan keadaan, istrilah yang berjuang keras.

Pada dasarnya wanita tetap mampu hidup seorang diri tanpa mengandalkan pria di sampingnya. Tetapi karena atas dasar cinta, maka wanita harus menikah dan melanjutkan hidupnya bersama sang suami. Dalam kehidupan setelah menikah sang suami wajib memberikan nafkah lahir batin kepada istri beserta anak-anaknya. Meski sang istri sudah mempunyai penghasilan sendiri. Penghasilan itu mungkin digunakan untuk kepentingan istri sendiri dan anak-anak. Sementara pengeluaran bulanan dan berbagai kebutuhan pokok adalah tanggung jawab suami sepenuhnya.

Terkadang kita melihat kenyataan sebaliknya, wanita sekarang banyak yang menjadi tulang punggung keluarga. Mereka bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan anak-anak. Sedangkan pria kadang masa bodoh dengan kebutuhan keluarga atau malah memikirkan kepentingannya sendiri. Nah, inilah mengapa jika wanita perlu berinvestasi supaya penghasilannya dapat berkembang di masa depan. Investasi yaitu membeli suatu barang atau jasa yang nantinya diharapkan mampu untuk dijual kembali dengan nilai yang lebih besar di masa depan.

Investasi banyak jenisnya, seperti investasi reksadana, logam mulia, asuransi, obligasi, atau investasi dengan menanam modal di bisnis teman sehingga mendapat keuntungan tiap bulan/ tahunnya. Begitu banyak manfaat investasi bagi kehidupan di masa depan, yang membuat anda tidak kalah sukses dengan teman-teman anda. Namun, biasanya investasi bagi wanita sulit dilakukan, karena tanpa disadari terdapat kesalahan dalam pengelolaan keuangan.

7 Alasan yang Membuat Wanita Belum Bisa Berinvestasi

Mengapa wanita belum bisa berinvestasi
Mengapa wanita belum bisa berinvestasi (Ilustrasi/pixabay)

Di bawah ini kami ulas beberapa kesalahan pengelolaan keuangan yang membuat wanita belum bisa berinvestasi, adalah :

1.  Tidak adanya catatan anggaran pengelolaan keuangan

Ada yang berpikir tak usah repot-repot membuat anggaran keuangan rumah tangga, pasti semuanya bisa teratasi dengan baik asalkan pendapatannya besar. Hal itu berlaku bagi dia yang perhitungan terhadap uang, jadi tanpa rencana dia sudah mampu mengelola uang dengan baik. Sedangkan bagi anda wanita boros, lebih baik membuat catatan anggaran pengelolaan keuangan. Sebab, mengetahui seberapa banyak pengeluaran anda, sebagai pengingat anda ketika ingin menghabiskan uang berlebihan, dan mengetahui cukup atau tidaknya pemasukan anda terhadap pengeluaran setiap bulannya. Intinya rencana anggaran merupakan cara untuk berdisiplin uang bagi anda.

2. Membelanjakan uang tanpa memperhatikan prioritas tetapi lebih melihat diskon

Hindari untuk selalu terpesona dengan potongan harga atau diskon, bukannya membuat anda hemat tetapi justru boros. Karena diskon mata anda hanya tertuju padanya tanpa memperhatikan barang kebutuhan prioritas seperti, baju kerja, makan sehari-hari, atau hal lainnya yang seharusnya dipentingkan. Bila dibandingkan dengan hal itu, anda lebih memilih membeli gadget, alat make up, jam tangan merk. Sebaiknya anda harus menghindari hal ini, gaya hidup konsumtif perlu disingkirkan. Mulailah berhemat sedini mungkin sehingga masa yang akan datang anda bebas secara finansial dan tidak kejar-kejaran dengan waktu.

3. Terlalu menyerahkan masalah investasi kepada sang suami

Keadaan ini berlaku pada wanita yang telah berkeluarga, anda beranggapan bahwa suami mempunyai pengetahuan lebih tentang investasi. Walau anda seorang wanita, tetap bisa kok mempelajari apa saja yang berkaitan dengan investasi. Bahkan agen dari perusahaan investasi yang anda pilih akan senang hati membantu memberikan informasi selengkapnya kepada anda.

4. Anda hanya mengelola uang untuk jangka waktu pendek

Tujuan dari investasi adalah untuk keperluan di masa yang akan datang. Jadi, kurangilah kebutuhan hidup jangka pendek, misalnya membeli TV baru padahal TV lama masih baik. Hindarilah membeli kebutuhan yang barangnya masih bisa dinikmati. Persiapkan uang anda untuk jangka menengah serta jangka panjang.

5. Hanya sekedar memiliki asuransi

Terkadang karena saudara atau orang terdekat anda bekerja sebagai agen asuransi, anda menjadi tertarik mengasuransikan diri anda. Mungkin tujuan awal anda ikut asuransi adalah uang pertanggungan klaim auransi untuk kehidupan anak anda kelak. Tetapi, karena anak anda belum cukup umur (di bawah 21 tahun), maka anda terpaksa mencantumkan nama saudara anda sebagai wali dari anak anda. Dengan begitu, yang berhak atas pertanggungan asuransinya jika terjadi sesuatu pada diri anda adalah wali tersebut. Untuk itu, sebelum mendaftarkan diri sebagai nasabah asuransi anda harus paham dulu semuanya agar tidak menyesal nantinya. Meski saudara yang menwarkan kepada anda, anggaplah sebagai orang lain.

6. Tagihan kartu kredit kurang, tak dibayar penuh

Ketika anda memanfaatkan kartu kredit sebagai alat pembayaran, saat tanggal jatuh tempo anda harus membayar tagihannya. Anda harus membayarnya secara penuh, sebab jika tidak, hanya pembayaran minimum, anda dikenakan bunga yang tinggi. Mungkin akan lebih tinggi dari pendapatan investasi anda. Secara tak langsung, hasil investasi anda tidak maksimal karena untuk menambal tagihan kartu kredit yang begitu tinggi bunganya. Sebisa mungkin hindari penggunaan kartu kredit atau manfaatkan jika perlu saja, jangan sering mambawanya terutama saat ke mall.

7. Membeli produk invetasi karena terpengaruh dengan lingkungan

Investasi karena terpengaruh dengan lingkungan sekitar sering terjadi. Biasanya wanita selalu membicarakan apa yang dialaminya apalagi yang memberikan keuntungan besar. Dari pembicaraan itu mampu menarik temannya untuk ikut apa yang sedang dijalani saat ini termasuk program invetasi. Mungkin anda mengikuti investasi karen hasutan teman anda. Lalu tertarik dan ikut berinvestasi. Tetapi anda perlu hati-hati dalam hal ini, cari tahu produk yang diinvestasikan, apakah memang benar menghasilkan atau tidak, lalu berapa besar yang dihasilkan dari investasi tersebut di masa depan, rugi atau tidak dengan biaya yang dikeluarkan, dan masih banyak lagi, cari tahu informasi selengkap-lengkapnya. Jangan asal ikut!!

Demikianlah 7 Alasan yang Membuat Wanita Belum Bisa Berinvestasi, semoga bermanfaat.

data-ad-format="link">

Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015