Tips hidup hemat untuk anak kos
Tips hidup hemat untuk anak kos (Ilustrasi/pixabay)

6 Tips Hidup Hemat untuk Anak Kos

3,390 views

Aduh, anak kos, harus hidup susah nih.”

Iya nih, makan seadanya lagi tiap hari.”

Uang bulanan selalu kurang. Sebelum akhir bulan, sudah ludes tak tersisa.”

Kos itu benar-benar hidup ngenes deh!

Pernah dengar kalimat seperti itu ya? Entah benar atau tidak, mereka yang hidup ngekos selalu saja mengeluarkan senjata pamungkasnya untuk mengeluh soal uang bulanan. Padahal, mau mengeluh atau tidak, toh mereka tetap harus hidup mandiri dan terpisah dari orang tua. Mandiri soal keuangan, mandiri mengatur waktu dan diri sendiri, sampai mandiri untuk menjaga diri sendiri. Nah, ayo deh, para rombongan hidup ngekos, baca artikel ini dan temukan sesuatu di sini! Ingat, poinnya ialah hidup ngekos itu tidak sama dengan hidup susah dan ngenes kok andai saja……..

Tips hidup hemat untuk anak kos
Tips hidup hemat untuk anak kos (Ilustrasi/pixabay)
  1. Kamu bisa berhemat secara konsisten!

Nah, kata konsisten itu selalu menyeramkan ya? Apalagi, diikuti oleh kalimat berhemat. Aduh, aduh. Gini deh, you must know kalau hidup ngekos tuh gak bisa hanya irit di akhir bulan saja. Kalau prinsip hidupmu begitu, selamanya kamu akan susah—bersenang-senang di tanggal muda, lalu hidup sangat ngiriiiiit di tanggal tua. Sedih kan? Tapi untungnya kamu bisa memilih alternatif lain kok. Kamu bisa mengambil ancang-ancang sejak awal, yaitu dengan berhemat secara konsisten, baik di awal bulan maupun akhir bulan. Begitu mendapatkan uang saku, ingat ya, menghabiskannya untuk belanja hal-hal gak penting dan makan enak di awal bulan bakal membuat hidupmu di akhir bulan seperti menemui kemerosotan sosial. Jadi, kalau bisa berhemat sejak awal bulan secara konsisten, kenapa tidak? Lebih baik makan sederhana setiap hari namun cukup bergizi, ketimbang makan di cafe dan restoran di awal bulan, lalu lauk perkedel saja di akhir bulan kan?

2. Prioritas, ke mana engkau berlari?

Saya pernah mendengar kalimat inspiratif dari seorang doktor muda—kalau orang yang hebat adalah orang yang bisa memprioritaskan prioritasnya. Mengutamakan yang utama. Keren ya? Begitu juga dengan kehidupan anak kos. Sebagai seorang anak kos yang hidup terpisah dari orang tua dan harus mengelola keuangan bulanan, kamu patut membuat prioritas untuk hidupmu. Misalnya, prioritas utamamu adalah makan. Selanjutnya, kamu bisa mengutamakan membeli buku setelah prioritas utamamu aman. Lebih lanjut, prioritas ketiga adalah tabungan. Begitu selanjutnya, sampai prioritasmu jelas dan konsisten. Ingat ya, prioritas-prioritas paling awal haruslah hal-hal yang paling penting. Jangan sampai kamu salah memasukkan prioritas tidak penting ke dalam prioritas-prioritas awalmu. Tapi tentu saja, prioritas yang baik tanpa perbuatan tidak akan berdampak untuk keuangan bulananmu. So, do it!

3. Berdiri tegak, setegak-tegaknya!

Hei, ayo ke mall, ada diskon akhir bulan!

Menu cabe garem di cafe itu enak lho, ayo deh kita makan ke sana.

Ada promo di Shabu House, ayo, tunggu apa lagi?

Hal paling menyedihkan sekaligus membanggakan ketika menyandang status sebagai anak kos adalah ketika kamu mampu menolak dengan baik tawaran-tawaran yang bukan prioritasmu. Oke deh, makan memang menjadi prioritas utamamu, tapi makan di tempat-tempat mahal tentu bukan pilihan yang tepat. Bolehlah, sekali-sekali kamu mencoba cafe-cafe terbaik atau masuk ke restoran mahal. Tapi ingat ya, kamu tetap harus tegas terhadap dirimu sendiri. Jangan mudah goyah. Jangan terlalu sering memanjakan dirimu, atau terpengaruh dengan ajakan teman yang kelihatannya seperti surga di tanggal muda. Kalau kamu tidak mampu tegas terhadap dirimu sendiri, hidupmu di tanggal tua bakal terkesan sangat menyedihkan.

4. Aku sederhana, dan aku bangga!

Perlu gak sih, memamerkan barang-barang mewah ke teman-teman? Punya kewajiban untuk selalu pakai aksesoris mahal? Ingin tampil menawan dengan perlengkapan modis di seluruh tubuhmu? Kalau semua keinginan itu masih timbul di dalam hatimu, itu namanya kamu masih sulit mengontrol hidupmu. Ingat ya, tinggal di kota yang berbeda dengan orang tua mewajibkanmu menjadi lebih dewasa dalam hidup. Dewasa itu punya arti kata yang dalam; ketika kamu berhasil mengontrol keinginan-keinginan yang tidak menjadi prioritasmu dan berjalan dengan pede saja walaupun tidak harus mengenakan semua hal yang terlihat ‘wow’. Semuanya harus sesuai dengan kemampuanmu. Kalau uang sakumu tidak sebanyak gaji ayahmu, kamu tentu tidak harus punya gaya hidup yang terlalu mewah kan? Sesuaikan, sesuaikan, dan sesuaikan, itu kuncinya. Oh ya, saya jadi ingat kalau pernah membaca kalimat yang satu ini—karena cantik itu karakter, kamu tidak perlu harus terlihat sangat mewah di luar tubuhmu. Kamu cuma perlu mengolah karaktermu. Keren ya kalimat itu? Hei, para lelaki, ganteng itu karakter! Prinsipnya adalah sama.

5. Save money!

Lu pikir uang jajan gue udah sebanyak pemilik bos sepatu?

Eh, uang bulanan ini hanya cukup untuk hidup ngenes, kok disuruh nabung!

Bisa gak makan nih kalau harus direcoki urusan menabung.

Urusan yang satu ini memang agak ribet deh. Saya tahu kok komentar anak-anak kos ketika mendengar kata menabung. Ada kesan ‘kok perintahnya aneh-aneh sih.” Hei, tapi, ingat ya, justru karena kamu anak kos, kamu harus terbiasa menabung untuk hidupmu. Ada kalanya kamu sudah berhemat secara konsisten, hidup dengan sederhana, dan membuat prioritas yang hebat, tapi kamu tidak tahu kan kapan kebutuhan dadakan itu datang? Kamu tidak akan tahu kapan harus mengeluarkan uang dadakan untuk acara valentine day di sekolahmu. Kamu tidak bisa memperkirakan kapan jatuh sakit dan harus membeli obat di apotek. Kamu tidak bisa menolak mengeluarkan uang untuk membeli kado bagi temanmu yang akan mengadakan traktiran untuk ulang tahunnya. Iya kan? Jadi, setelah mendapatkan uang bulananmu, biasakan untuk selalu menyimpannya sepersekian untuk tabungan agar kamu tidak gelagapan ketika ada kebutuhan-kebutuhan tak terduga datang.

6. Cara terakhir, do for you life!

Setelah kamu hidup dengan uang saku bulanan yang mepet, berhemat secara konsisten, memperhitungkan prioritas dengan sangat baik, hidup ala sederhana, dan menabung, ternyata semuanya tidak semudah yang kamu bayangkan. Ada saja ajakan makan di cafe yang sulit ditolak. Ada saja baju-baju lucu yang ingin kamu beli. Dan ada saja kebutuhan dadakan yang wajib dipenuhi. Kalau sudah begitu…….

Kalau sudah begitu, ayo deh tanggulangi hal tersebut dengan pandai-pandai mencari celah untuk hidup anak kos. Kamu bisa lho, mulai mencari uang tambahan. Eh, eh, apa maksudnya? Begini, kamu bisa kok mulai nyambi melakukan sesuatu untuk menambah uang sakumu. Berjualan online bisa jadi menjadi salah satu alternatif yang belakangan banyak dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa. Mulai dari berjualan baju-baju di media sosial, sampai barang-barang semacam power bank. Selain itu, bagi kamu yang suka menulis, ayo kembangkan talenta di samping tujuan utamamu untuk menambah uang saku.

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- cara hidup hemat anak kost - cara hidup anak kost yang baik - tips hemat anak kos - cara hemat anak kos - cara hidup anak kos - Tips ngekos gk ribet - cara hemat hidup ngekos - cara hidup ngekos - cara irit ngekos - cara menghemat uang saat ngekos

Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015