Yang perlu dihindari jika berinvestasi emas
Yang perlu dihindari jika berinvestasi emas (Ilustrasi/pixabay)

6 Hal yang Perlu Dihindari Jika Berinvestasi Emas

420 views

Hingga saat ini emas dianggap sebagai bentuk investasi yang paling menguntungkan daripada lainnya seperti, reksadana, obligasi, saham maupun deposito. Sebab, banyak orang yang memprediksi harga emas akan selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Oleh karena itu emas diprediksi lebih aman dalam melindungi harta seseorang. Walaupun begitu pasti ada kekurangannya, yang terpenting adalah ciptakan langkah waspada ketika ingin berinvestasi emas.

Untuk mempunyai langkah waspada anda perlu tahu dulu seluk beluk tentang investasi emas. Anda perlu tahu kelebihannya, lalu kekurangannya juga, sehingga anda mampu memikirkan sebuah cara supaya tidak rugi saat berinvestasi emas. Sebenarnya, investasi apapun mempunyai kekurangan hanya saja tinggal kita yang menyikapinya. Jadi, apabila sudah berniat untuk investasi jangan takut untuk menjalaninya.

Sebaiknya ketika anda memutuskan untuk memilih emas sebagai cara tepat melindungi kekayaan hindari melakukan 6 hal di bawah ini, yaitu :

6 Hal yang Perlu Dihindari Jika Berinvestasi Emas

Yang perlu dihindari jika berinvestasi emas
Yang perlu dihindari jika berinvestasi emas (Ilustrasi/pixabay)
  1. Membeli emas tanpa ada bentuk fisiknya

Walaupun sekarang ini semua transaksi bisa dilakukan secara online, bukan berarti anda percaya begitu saja. Seperti investasi reksadana bisa kita lakukan secara online dan seluruh transaksinya juga online. Namun, anda harus membedakan ketika investasi emas, jangan sampai hanya sebuah laporan saja yang anda terima. Sedangkan bentuk fisiknya tidak anda ketahui tempatnya secara pasti.

Sebisa mungkin hindari berinvestasi emas tanpa ada bentuk fisiknya, walau anda ditawarkan dengan keuntungan berlimpah. Tetapi apabila anda terlanjur membeli emas tanpa bentuk fisiknya, pastikan bahwa pihak penyimpan emas anda mampu dipercaya sepenuhnya dan anda tahu di mana emas tersebut disimpan yang nantinya dapat diambil kapanpun. Pastikan juga identitas pihak tersebut asli dan resmi bukan perusahaan abal-abal.

2. Membeli emas berbentuk perhiasan

Apabila tujuan utama anda untuk berinvestasi, hindari membeli emas berbentuk perhiasan. Sebab, ada komponen biaya dalam pembuatan baik ketika pembelian maupun saat dijual. Umumnya, selain menghitung kadar dan berat emas, toko emas juga menambahkan biaya pembuatan perhiasan tersebut. Semakin rumit dan indah bentuk perhiasan tersebut, maka semakin mahal biaya yang anda keluarkan.

Sebaiknya anda membeli emas berbentuk logam mulia murni standar 99,99%, hasil produksi dan bersertifikat dari PT Aneka Tambang (Antam). Anda dapat membeli emas itu di Antam secara langsung atau pegadaian atau juga toko emas. Tetapi pastikan toko emas tersebut mempunyai sertifikat resmi dari Antam. Tidak hanya emas antam, tetapi ada juga emas berlabel Pegadaian yang dikeluarkan oleh BUMN dan bisa anda dapatkan di Pegadaian.

3. Menyimpan emas di tempat yang kurang aman

Emas itu barang yang mudah dibawa kemana-mana, jadi anda harus berhati-hati saat menyimpannya. Waspada menyimpan emas di rumah, karena bukan hanya bentuknya yang menyilaukan tetapi harganya pun membuat orang terpancing untuk bertindak buruk. Pastikan tempat anda menyimpan emas aman dari jangkauan tangan kotor orang lain. Jika di rumah sudah terlalu banyak emas anda atau tempat aman sudah tidak muat lagi, anda bisa menitipkan emas tersebut di bank ataupun pegadaian. Walau mengeluarkan beberapa biaya untuk penyimpanan, namun emas anda akan aman, dijamin keutuhannya, dan tetap dapat diambil kapan saja anda inginkan.

4. Membeli atau menjual emas di saat yang kurang tepat

Sebelum membeli emas untuk berinvestasi, tentukan terlebih dahulu saat yang tepat untuk membelinya, sebab harga emas bersifat fluktuatif. Belilah emas saat harganya sedang turun lalu menjualnya di saat harganya sedang naik. Dengan begitu anda akan mendapatkan keuntungan. Harga yang fluktuatif menjadikan emas bukan investasi tepat untuk jangka pendek. Anda perlu bersabar ketika akan membeli maupun menjualnya. Dan kenaikan harganya pun tidak setiap hari tetapi butuh waktu hingga setahun. Hal itu yang membuat anda jangan mengharapkan emas untuk kebutuhan yang jangka waktunya pendek.

5. Membeli emas dengan uang hasil hutang

Hindari membeli emas dengan cara hutang, apabila begitu anda akan terikat untuk menjual ataukah membelinya. Beli emas logam mulia murni secara tunai uang milik anda sendiri. Walaupun anda memprediksi emas akan menguntungkan bagi anda nantinya, namun hutang membuat anda pusing bagaimana melunasinya. Lagipula emas merupakan jenis investasi jangka panjang, sehingga memerlukan waktu yang lama untuk membayarnya. Bila anda mengkuti arisan berbentuk emas, anggap saja sebagai tabungan masa depan, bukan menjadikannya sebagai bentuk investasi. Investasi emas murni atau perhiasan bukanlah suatu keharusan, jadi jangan memaksakan diri untuk memilikinya.

6. Membeli emas dengan ukuran besar

Membeli emas dengan ukuran besar memang lebih menguntungkan daripada membeli dalam ukuran kecil. Sebab, harga per gramnya menjadi lebih murah. Namun, membeli dengan ukuran besar, anda juga perlu menggelontorkan dana yang besar pula. Perlu anda ketahui juga bahwa menjual emas batangan atau emas berukuran besar lebih sulit daripada menjual emas yang ukurannya kecil. Dana yang besar menjadi kendala orang untuk membelinya, hanya orang kalangan atas saja yang sanggup.

Untuk itu, sebaiknya anda membeli emas dengan ukuran kecil yang lebih mudah proses jual-belinya. Tidak hanya orang kalangan atas saja yang bisa membelinya tetapi kalangan menengah juga mampu. Sehingga pemasarannya lebih cepat, peminatnya lebih banyak yang manjadikannya mudah terjual.

Sesuaikanlah investasi emas anda dengan kebutuhan, jangan sembarangan dalam membeli emas, pikirkan sebenarnya untuk apa? Rencanakan secara matang sebelum memutuskan membeli emas tersebut. Anda harus pintar dalam berinvestasi supaya keuntungan yang anda dapatkan. Jika salah langkah bukan tidak mungkin kerugian besar bisa mendatangi anda, lalu melemahkan kondisi finansial anda.

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- hal-hal yang harus diperhatikan ketika investasi emas

Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015