Agar pengeluaran keluarga tidak membengkak
Agar pengeluaran keluarga tidak membengkak (Ilustrasi/pixabay)

6 Cara Agar Pengeluaran Keluarga Tidak Membengkak

162 views

6 Cara Agar Pengeluaran Keluarga Tidak Membengkak – Salah satu hal yang memicu pertengkaran dalam keluarga ialah soal materi. Benar kan? Materi yang serba pas-pasan membuat emosi kedua belah pihak—suami dan istri—menjadi lebih labil dan sulit terkontrol. Lalu? Apa yang bisa dilakukan? Selain memutar otak untuk menambah pendapatan, kedua belah pihak juga dapat mulai menghemat pengeluaran dengan sehat. Beberapa tips berikut disajikan untuk membantu kalian menghemat pengeluaran keluarga!

Agar pengeluaran keluarga tidak membengkak
Agar pengeluaran keluarga tidak membengkak (Ilustrasi/pixabay)

1. Makanan Bergizi = Hemat!

Setuju dengan kalimat tersebut? Saya pernah membaca sebuah artikel di majalah yang menyebutkan kalau makanan yang bergizi justru membuat seseorang bisa berhemat dengan tepat. Maksudnya begini, kalau setiap hari kalian mengharuskan diri makan daging dan makanan-makanan lain yang mengandung lemak, coba bayangkan berapa rupiah yang harus kalian keluarkan. Tapi bedakan lagi jika kalian makan dengan sayur-mayur dan buah, perbandingan pengeluarannya jauh berbeda. Selain berdampak pada keuangan, makan daging setiap hari juga tidak baik untuk kesehatan. Tentu saja, bukan berarti kalian tidak boleh makan daging sama sekali. Kalian tetap boleh kok menyantap daging yang lezat, namun pilih jadwal yang tepat dan teratur, misalnya setiap empat hari sekali. Selebihnya, setiap harinya konsumsilah makanan bergizi yang tidak hanya baik untuk kesehatanmu, namun juga berdampak menyenangkan buat keuanganmu!

Baca juga:

* 7 Langkah mudah mengatur keuangan dalam rumah tangga

* 8 Langkah Cermat mengelola gaji bulanan

* 7 Cara jitu mengatur gaji dan pengeluaran bulanan

2. Jaga Kesehatan = (Juga) Hemat

Mengonsumsi makanan bergizi tidak hanya berguna untuk menghemat keuangan keluarga, namun juga untuk menjaga kesehatan. Tahukah kalian, begitu seseorang sakit, anggaran yang harus dikeluarkannya untuk berobat jauh lebih besar ketimbang ia harus hidup dengan sehat dan menjaga kesehatan dengan baik. Ingat kalimat ini—memulihkan jauh lebih sulit ketimbang menjaga. Karena apa? Begitu sakit, dana tidak terduga harus meluncur keluar dari saku tabunganmu dan hal itu tidak bisa dihindari. Menjengkelkan ya? Maka dari itu, selalu usahakan menghemat dengan berbagai cara, mulai dari makan makanan bergizi, sampai menjaga kesehatan agar tetap sehat dan tidak jatuh sakit. Yang perlu kalian lakukan ialah menabung dan menyiapkan tabungan tersebut tanpa pernah lengah untuk memelihara tubuh. Seperti halnya sedia payung sebelum hujan, kamu juga perlu menjaga kesehatan sebelum sakit. Karena sakit selain membuatmu mengeluarkan banyak pengeluaran tidak terduga, juga menyebabkan dirimu tidak produktif selama beberapa waktu. Hal itu tentu saja mengacaukan pekerjaanmu sendiri.

3. Rencanakan, Rencanakan, dan Rencanakan!

Salah satu hal yang memboroskan keuangan keluarga ialah tidak adanya rencana yang matang untuk pengeluaran kita. Jangan pernah membawa uang ke pasar atau supermarket untuk berbelanja tanpa merencanakan terlebih dahulu. Kita harus berangkat ke tempat tujuan dengan daftar catatan yang jelas, barang-barang apakah yang akan kita beli di tempat tersebut. Kalau kamu hanya membawa uang tanpa perencanaan yang jelas, bisa-bisa kamu melirik banyak barang di supermarket atau pasar yang sebenarnya tidak terlalu kamu butuhkan nantinya. Kalau sudah begitu, kepuasanmu hanya bersifat sementara karena begitu kamu sadar uangmu menipis, kamu menyesal telah membeli banyak barang yang tidak terlalu kamu butuhkan. Tapi tentu saja, kamu harus bisa membedakan antara barang yang tidak terlalu kamu butuhkan dengan barang-barang persediaan. Barang-barang persediaan seperti mie instan dan telur harus tetap kamu beli karena buat beberapa keluarga, hal itu jadi persediaan penting yang harus ada. Sedangkan ketika kamu melihat ada tomat segar yang kelihatannya menggoda, padahal kamu sudah punya rencana lain untuk masakanmu beberapa hari ke depan, jangan cepat tergiur untuk memborong tomat itu.

4. Gaya Hidup itu Karakter!

Kata orang, gaya hidup itu cerminan dari kepribadian kita. Benarkah? Benar atau tidaknya, menurut saya gaya hidup itu menentukan seberapa besar pengeluaran kita setiap bulannya. Oke deh, kalau pendapatanmu memang lumayan dan kamu punya gaya hidup yang baik, hal itu tidak jadi masalah. Masalahnya ialah ketika pendapatanmu pas-pasan tapi kamu punya keharusan untuk memiliki gaya hidup yang tinggi. Memaksakan diri menjadi tampak lebih ‘keren’ dengan gaya hidup yang tinggi padahal pendapatan pas-pasan merupakan suatu kekonyolan yang tidak disadari. Ingat, jangan pernah hidup karena komentar orang lain tentang gaya hidup. Gaya hidup itu relatif. Begini deh, kalau kamu merasa ‘cukup’ dengan gaya hidup yang sederhana, teruskan saja dan jangan hiraukan orang yang berkicau tentang gaya hidupmu. Oh ya, satu lagi. Jangan mudah tergiur dan terpengaruh. Temanmu beli motor baru dan kamu mewajibkan dirimu ikut-ikutan membeli motor karena motormu memang sudah tua. Tapi kalau kendaraanmu itu masih bisa digunakan dengan baik, kenapa kamu harus menggantinya? Belum terlalu penting kan? Yang penting ialah kamu bisa merawat milikmu dengan baik, dan terus tingkatkan tabunganmu. Karena ketika sewaktu-waktu motormu itu rusak, tabunganmu sudah siap untuk langsung membeli yang baru. Karena menurut saya, menjadi sederhana itu karakter. Jarang ada orang yang mau punya gaya hidup sederhana karena mereka tidak tahu betapa hebatnya orang-orang yang bersedia hidup sederhana.

Masih ada Cara Agar Pengeluaran Keluarga Tidak Membengkak yang Info Ide Bisnis sajikan bisa Anda baca di halaman berikutnya

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- cara mengatur uang bulanan supaya tdak membengkak - cara menyiapkan keluarga saya tanpa komputer