Tips mengembangkan usaha
Tips mengembangkan usaha (Ilustrasi/pixabay)

5 Tips Terbaik Untuk Mengembangkan Usaha Anda

6 views

Untuk mencapai keberhasilan melalui kemandirian keuangan, seseorang harus belajar bagaimana untuk membiarkan uang mereka selalu berputar, baik itu digunakan untuk mendirikan sebuah bisnis atau sumber lain dari pendapatan pasif (bukan pendapatan utama).

Salah satu tantangan atau masalah terbesar dan paling umum bagi calon pengusaha ialah kurangnya dana atau modal untuk memulai usaha. Bahkan jika mereka mampu untuk memulai, kemungkinan mereka tidak dapat mempertahankan pertumbuhannya secara continue atau berkelanjutan, hal ini biasanya terjadi karena pengelolaan uang yang tidak efektif.

Tips mengembangkan usaha
Tips mengembangkan usaha (Ilustrasi/pixabay)

Sebagian besar pengusaha akan gagal berulang kali dan kehilangan uang mereka sekitar 6-12 bulan setelah memulai usaha, kadang-kadang bahkan lebih lama. Hal ini sebenarnya sesuatu yang wajar bagi mereka yang berjiwa wirausaha, namun apabila mental mereka tidak kuat biasanya mereka akan mundur dan memutuskan untuk menghentikan usaha mereka.

Ingat bahwa kegagalan adalah batu loncatan penting dalam dunia bisnis. Siapapun bisa bercita-cita untuk menjadi pengusaha, tetapi tidak semua orang memiliki ketekunan yang diperlukan untuk terus berjalan dan mulai memanfaatkan kesalahan untuk menunjukkan mereka ke arah yang benar (mempelajari kesalahan mereka dan memperbaikinya di masa depan).

Sayangnya kekurangan biaya di dalam berbisnis ini memang menjadi momok tersendiri bagi para wirausahawan, karena bagi mereka yang berpikiran pendek apabila tidak ada dana, jelas bisnis tidak akan lancar (padahal belum tentu).

Namun apabila masalah dana ini memang dijadikan hal yang serius, maka tahap awal Anda perlu mulai menerapkan strategi pengelolaan uang dengan baik, benar dan disiplin. Dan bagi mereka yang sering mengalami kesulitan keuangan untuk mempertahankan bisnis mereka, maka Anda dapat menyimak 5 tips berikut yang kami himpun dari business.com.

1) Memiliki Dana Darurat / Cadangan

Cobalah untuk menabung setidaknya dana darurat yang mampu mempertahankan atau membantu bisnis Anda selama 3 bulan ke depan. Biaya tak terduga ini tidak boleh diremehkan, karena apabila Anda tidak mencatat dengan benar maka akan dapat menyulitkan Anda setiap bulannya.

Memiliki cadangan kas sebenarnya tidak hanya penting untuk kewirausahaan. Hal ini juga penting jika Anda ingin mencegah uang pribadi Anda ikut terseret ke dalam lubang bisnis yang Anda ciptakan sendiri (pisahkan uang pribadi dengan uang bisnis Anda!). Sebuah strategi yang baik untuk mengamankan cadangan kas Anda adalah dengan menyimpannya di rekening terpisah yang tidak dapat digunakan untuk transaksi online.

2) Gunakan Free Apps Untuk Menunjang Bisnis Anda

Dalam dunia bisnis online maupun offline pasti semuanya membutuhkan komunikasi. Bagi mereka yang berjiwa wirausahawan, maka mereka tidak akan menganggap remeh komunikasi mereka dengan para pelanggan. Komunikasi yang baik akan memberikan kesan yang baik, tentunya bagi bisnis Anda.

Dalam pemasaran online, semakin banyak alat premium (berbayar) yang dapat mempercepat pertumbuhan perusahaan dengan memangkas sistem-sistem yang memakan waktu, baik itu dari segi komunikasi maupun yang lain. Inilah sebabnya mengapa perusahaan besar memiliki waktu lebih singkat untuk berkembang dan beradaptasi dari pada perusahaan kecil, yang dipaksa untuk mengkompensasi kekurangan dana dengan bekerja lebih keras dan berinvestasi lebih banyak waktu.

Sebagai perusahaan kecil, Anda harus menghindari aplikasi atau alat berbayar dalam bisnis Anda. Usahakan memakai alat yang gratis, atau trial pada sebuah aplikasi yang biasanya ada pada mobile. Apabila Anda dapat memanfaatkannya dengan baik maka hasilnya pun juga tidak kalah dengan alat premium.

Dan untuk memastikan Anda tetap bijaksana dengan keputusan investasi Anda, Anda dapat memilih alat bantu gratis seperti MailChimp (platform pemasaran email) dan Brightbook (alat akuntansi online). Gunakan ini dahulu sebelum Anda memakai alat-alat premium yang sejenis.

Selain itu, Anda harus lebih fokus pada memotivasi karyawan Anda (dan diri sendiri) untuk memaksimalkan produktivitas. Salah satu tip ialah untuk mendorong mereka untuk bekerja lebih cerdas, Anda dapat melakukan manajemen waktu dan fokus-inducing dengan bantuan aplikasi seperti Toggl (waktu aplikasi manajemen) dan Noisli (app produktivitas). Dan alat produktivitas boosting ini tentunya bebas untuk digunakan alias gratis.

3) Mencari Bantuan Dana

Tidak keliru kalau Anda ingin mencari bantuan untuk mengembangkan perusahaan Anda. Meminjam bantuan dari perusahaan swasta penyedia dana investasi mungkin cukup baik menjadi pilihan.

Ada 2 jenis pembiayaan yang bergerak di bidang investasi. Ada P2P Lender, dan Crowdfunding. P2P ini sendiri merupakan praktek investasi perusahaan dalam pertukaran dengan suku bunga, sedangkan di Crowdfunding, investor dijanjikan baik saham atau ekuitas.

Apabila Usaha Anda menjanjikan, biasanya, pinjaman P2Plah yang cocok digunakan dan risikonya pun juga lebih kecil.

Lender P2P tetap perusahaan swasta yang didanai oleh investor atau lembaga pencari keuntungan dari investasi pendapatan. Mereka sebagian besar mengikuti model data eksklusif untuk menentukan persetujuan pinjaman dan kompetitif bila dibandingkan dengan pembiayaan bank tradisional yang masih tergantung pada risiko kredit.

Hari ini, sudah ada beberapa platform pinjaman P2P yang sudah bisa Anda temukan secara online untuk membiayai kebutuhan bisnis Anda. Jika Anda mengalami kekurangan dana, pertimbangkan untuk mencari investor P2P terlebih dahulu sebelum mencoba usaha baru dalam bisnis Anda. Ini akan membantu mengurangi risiko dan mempercepat pertumbuhan bisnis Anda.

4) Memperbaiki Proses Penjualan Anda

Dalam memperbaiki penjualan pada perusahaan atau bisnis usaha, biasanya beberapa orang lebih memilih untuk fokus pada pengenalan produk mereka secara online, yang notabene lebih menjanjikan dan gratis.

Anda bisa membuat arus penjualan yang positif di dunia online. Namun tentunya Anda juga harus memperhitungkan estimasi waktu dalam memperkenakan atau memasarkan produk Anda secara online, karena apabila Anda keasyikan maka Anda akan lupa diri dan menyampingkan usaha offline Anda (intinya keduanya harus berjalan secara seimbang, baik itu online ataupun offline). Usaha online ini sebenarnya hanya sebatas alat pembantu pengembangan bisnis Anda, tidak dapat dijanjikan dalam kurun waktu yang lama.

Yang terpenting Anda harus memiliki proses penjualan berulang atau continue, minimal Anda sudah harus mempunyai estimasi penjualan sekitar 6 bulan ke depan dan mendokumentasikannya secara detail baik itu pembukuan maupun yang lainnnya.

5) Tetap Optimis Dan Pantang Menyerah

Sekali lagi, itu adalah umum bagi perusahaan untuk berjuang selama tahun pertama. Seorang pengusaha yang benar-benar tekun dan ingin sukses diharapkan dapat mendedikasikan waktunya dalam dunia bisnis, dengan membaca peluang dan memanfaatkannya.

Menjadi seorang pengusaha membutuhkan keberanian. Dibutuhkan mental untuk berani berkorban dan tidak digaji diawal. Pastikan Anda menghemat pengeluaran Anda selama 6-12 bulan pertama apabila bisnis Anda memang benar-benar baru berjalan.

Apakah Anda mempunyai uang simpanan ataupun tidak, berhemat selalu menjadi pilihan yang berkualitas dalam mengatur dan memanajemen keuangan Anda . Ini berarti Anda harus benar-benar mempertimbangkan sesuatu yang dapat menghemat uang Anda, kendaraan yang Anda gunakan, menyiapkan makanan sendiri (tidak membeli makanan di luar), menghabiskan akhir pekan di rumah (mengurangi jam berlibur), dan sebagainya. Hal-hal ini memang sangat berat diakukan, tapi apabila Anda terbiasa dengan ini maka Anda sudah siap untuk sukses.

data-ad-format="link">