Kesalahan dalam berinvestasi
Kesalahan dalam berinvestasi (Ilustrasi/pixabay)

5 Kesalahan Ketika Berinvestasi yang Harus Anda Hindari

128 views

5 Kesalahan Ketika Berinvestasi yang Harus Anda Hindari – Tujuan kita dalam berinvestasi adalah membuat masa depan cerah dan membahagiakan. Tetapi saat anda berinvestasi malah seperti melakukan sebuah kesalahan yang berdampak buruk untuk anda nantinya. Bukan hanya anda saja, tetapi beberapa orang juga kerap kali melakukan kesalahan ketika dia berinvestasi. Hal itu menyebabkan investasi yang anda jalankan tidak optimal.

Bagi diri pribadi investasi bukanlah pilihan melainkan sebuah kewajiban yang harus kita lakukan. Tanpa investasi, anda takkan mampu mengalahkan inflasi harga yang bisa saja terjadi setiap saat. Tak mungkin juga anda dapat mengejar kenaikan biaya pendidikan hanya dengan menabung saja. Jika menabung uang anda ambil, lalu sedikit demi sedikit habis. Sementara berinvestasi uang anda akan berkembang dan setiap bulan atau tahunnya anda mendapatkan keuntungan, apalagi jika sahamnya naik tentu uang anda bertambah.
Namun, sebelum berinvestasi anda wajib mengerti tentang investasi tersebut secara detail dan usahakan jangan melakukan kesalahan-kesalahan berikut ini :

5 Kesalahan Ketika Berinvestasi yang Harus Anda Hindari

Kesalahan dalam berinvestasi
Kesalahan dalam berinvestasi (Ilustrasi/pixabay)
  1. Anda tidak tahu tujuan keuangan ketika berinvestasi

Anda berinvestasi asal saja, yang penting berinvestasi tanpa memikirkan tujuan pastinya keuangan hasil investasi mau dipakai untuk apa? Atau anda hanya sekedar ikut teman karena memang setiap bulannya mempunyai uang lebih, jadi berinvestasi aja tanpa tujuan yang jelas. Tak jarang memang seseorang yang berinvestasi kurang tahu tujuan keuangannya nanti digunakan untuk apa.
Padahal sebenarnya ini salah, tanpa tahu tujuan berinvestasi, anda bisa salah dalam memilih jenis investasi, sehingga malah merugikan diri sendiri. Misalnya, anda berinvestasi pada jenis reksadana saham karena keuntungannya besar pertahunnya yaitu sebesar 20%-25% per tahunnya. Padahal anda menginginkan dana tersebut bisa cair ketika anak anda masuk SMP tahun depan. Anda perlu tahu bahwa dalam jangka waktu pendek harga pada reksadana saham dapat turun secara drastis karena dampak fluktuasi harga saham di pasar modal. Mungkin saja saat anda membutuhkan dana tersebut tidak bisa dicairkan sebab harga sahamnya anjlok. Sebelum melakukan investasi, sebaiknya tentukan dulu tujuan investasi anda kemudian barulah memilih investasi jenis apa yang cocok dengan tujuan tersebut.

2. Investasi melalui asuransi

Terkadang pihak asuransi menawarkan jasa investasi juga yang biasa disebut Unit Link. Unit Link merupakan produk asuransi yang juga memberi manfaat investasi dan sedang populer sekarang ini. Karena selain memberikan perlindungan Unit Link juga memberikan keuntungan investasi, sehingga menjadi populer di kalangan masyarakat, premi takkan hangus dan uang dapat kembali.
Tetapi apabila tujuan anda untuk berinvestasi Unit Link dirasa kurang tepat, karena beberapa alasan di bawah ini :

  • Potongan biaya dari Unit Link cukup besar, akibatnya dana yang anda invetasikan menjadi kecil khususnya pada 5 tahun pertama. Tahun pertama, uang yang bayarkan tak ada yang masuk ke dalam investasi, tetapi masuk ke komisi agen dan perusahaan asuransi yang menaungi.
  • Fleksibilitas terbatas saat ingin ganti manajer investasi, anda hanya dapat menempatkan uang pada pengelola yang telah ditunjuk. Ketika ingin ganti tentu akan sulit atau tidak bisa. Caranya adalah anda menutup asuransi terlebih dahulu, baru setelahnya bisa mengganti manajer investasi.

Jika tujuan anda berinvestasi lebih baik anda memilih reksadana, saham, emas, dan sejenisnya. Maka, investasi yang anda lakukan lebih efektif, proses sampai hasilnya pun lebih jelas.

3. Tak mengerti risiko dalam berinvestasi

Banyak orang yang memilih investasi berdasarkan keuntungan saja, mereka lupa High Risk High Return. Pada setiap jenis investasi pasti terdapat keuntungan maupun risikonya, keduanya tak dapat dipisahkan. Anda boleh memilih investasi jenis apa saja, tetapi harus paham dengan risiko yang akan dihadapi nantinya. Dengan paham, anda mampu mempersiapkan diri dengan segala risiko yang terjadi. Risiko itu tak dapat disingkirkan namun dapat dikelola. Tetapi apabila anda tak paham, anda tak bisa melakukan langkah antisipasi dalam meredam risiko investasi.

4. Terlambat dimulai

Waktu berpihak anda dalam berinvestasi. Semakin cepat berinvestasi semakin besar pula hasilnya, sebab time value of money. Mulailah investasi sejak anda mempunyai penghasilan sendiri. Hanya bermodalkan 100 ribu saja anda dapat berinvestasi pada reksadana yang dikelola secara online. Jangan pernah jadi alasan uang anda kecil, tapi selalulah memanfaatkan uang tersebut dengan baik. Tentu akan menjadi lebih besar nilainya dan berguna untuk masa depan. Jika anda menunda waktu berinvestasi anda sendiri yang pusing nantinya. Bayangkan saja, biaya pendidikan anak semakin besar, biaya kebutuhan hidup juga selalu naik dan biaya kebutuhan lainnya pun setiap saat bertambah tinggi.

5. Berpikir untuk menabung karena aman

Anda berpikir menaruh uang di bank atau lembaga keuangan lainnya merupakan cara terbaik mengamankan uang anda dari pemborosan. Karena anda takut akan risiko investasi, uang ditabung atau dimasukkan deposito. Namun, mengandalkan tabungan atau deposito sebagai dana pensiun tidaklah tepat terutama apabila masa pensiun anda masih lama. Karena tabungan hanya memberikan bunga sekitar 4% pertahun kenaikannya paling 6%-7% pertahun. Setiap bulannya tabungan mendapat potongan, dengan hanya bunga sebesar itu dan potongan admin perbulan tentu membuat uang di tabungan akan berkuran tiap tahunnya.
Sehingga, takkan mencukupi jika target anda untuk pensiun. Aman sih aman, tetapi kalau jumlahnya jauh dari target lantas bagaimana? Jika keperluannya untuk hal ini maka, aman harus dikesampingkan, tapi hasil perlu dipentingkan. Pilih untuk berinvestasi saja, ada banyak sekali jenis investasi yang bisa anda andalkan untuk kebutuhan masa depan. Pilih yang sesuai tujuan dan kemampuan keuangan anda.

Dari ulasan di atas anda menjadi tahu kesalahan-kesalahan ketika berinvestasi. Dengan tahu apa akibat yang terjadi karena kesalahan tersebut, anda diharapkan lebih berhati-hati dalam melakukan investasi. Intinya terletak pada diri anda, karena ke mana arah hidup anda yang menentukan diri anda sendiri. Jauhi 5 kesalahan di atas ketika anda berinvestasi.

data-ad-format="link">

Seorang blogger, dan internet marketer. Pernah bergelut di bisnis konvensional selama 9 tahun, dan resign menjadi pebisnis online sejak November 2015