Cara divisi akuntansi menghadapi penyelewengan dan bos yang korup
Cara divisi akuntansi menghadapi penyelewengan dan bos yang korup (Ilustrasi/pixabay)

3 Cara divisi akuntansi menghadapi penyelewengan dan bos yang korup

752 views

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pekerjaan akuntansi kerap tidak sejalan dengan kebutuhan bagian lain dalam perusahaan terutama operasional dan pemasaran. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Bisa saja karena di satu sisi orang-orang di bagian akuntansi sangat taat terhadap sistem dan prosedur, sementara di sisi lain beberapa bagian dalam perusahaan memiliki tenggat masing-masing yang terpaksa harus menabrak aturan agar sesuai tenggatnya. Contoh konkret, penulis pernah berkeras mempertahankan aturan mengenai otorisasi tandatangan yang diperlukan untuk keabsahan pengeluaran, sementara bagian operasional menganggap tidak perlu karena alasan mendesak. Contoh lain, penulis pernah dimarahi orang bagian pemasaran karena terlalu detil bertanya mengenai bukti-bukti pengeluaran selama perjalanannya dari luar kota padahal itu merupakan bagian dari sistem informasi yang harus dijalankan bagian akunting. Kejadian lain, bagian akunting sering berhadapan dengan bos atau pimpinan perusahaan yang secara sadar maupun tidak sadar sedang menjerumuskan dirinya dalam korupsi. Lalu bagaimana cara orang-orang di divisi akuntansi menghadapi hal-hal seperti itu ?

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti :

  1. Konsisten pada sistem dan prosedur akuntansi serta Standard Operating Procedures ( SOP ).

Bagaimanapun pentingnya dan mendesaknya pengeluaran, otorisasi sangat penting karena dapat mencegah penyelewengan dan dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya jika terjadi kesalahan di masa depan. Bayangkan jika bagian akuntansi mensahkan sejumlah pengeluaran biaya tanpa kelengkapan tanda tangan yang seharusnya dan mengakibatkan kerugian. Walaupun tidak ikut menikmati, tetap harus mempertanggungjawabkannya karena tidak taat prosedur dan SOP sehingga bisa dianggap bersekongkol.

  1. Selalu melakukan pencatatan dan menyimpan semua bukti transaksi.

Dengan mencatat dan menyimpan bukti transaksi, tidak ada informasi yang ditutupi sehingga mencerminkan keterbukaan sehingga bagian akunting menjadi pusat informasi yang jujur dan dapat dipercaya.

  1. Say no to corruption.
Cara divisi akuntansi menghadapi penyelewengan dan bos yang korup
Cara divisi akuntansi menghadapi penyelewengan dan bos yang korup (Ilustrasi/wikipedia)

Kalau sudah dipercaya menyimpan semua informasi keuangan dan taat pada sistem dan prosedur yang ditetapkan perusahaan, maka ada kesempatan untuk mencegah potensi kerugian sebelum benar-benar terjadi dan menolak persekongkolan dengan pimpinan perusahaan untuk berbuat korupsi. Dengan demikian maka divisi akuntansi bisa menjadi tulang punggung pemberantasan korupsi dalam perusahaan.

Demikian pengalaman yang bisa dibagikan penulis semoga bermanfaat dan dapat memperkaya khazanah ilmu akuntansi.

data-ad-format="link">

Artikel ini masuk dalam bahasan:

- Bagaimana cara mengatasi penyelewengan an - bagaimana cara mengatasi penyelewengan anggaran? - cara menagani penyelewengan oleh pemimpin - cara menanggulangi penyelewengan anggarn - cara mengatasi penyelewengan anggara - cara mengatasi penyelewengan dalam perusahaan - jika ada penyelewengan dalam perusahaan bagaimana cara mengatasinya